Kompas.com - 11/08/2020, 15:28 WIB
Ilustrasi melahirkan ShutterstockIlustrasi melahirkan

Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

KOMPAS.com – Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraaan lahir.

Bayi yang lahir sebelum waktunya tersebut rentan mengalami masalah kesehatan serius.

Kelahiran prematur bahkan tidak jarang dapat menyebabkan kematian bayi.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Ciri khas bayi lahir prematur adalah bayi berukuran kecil.

Penyebab bayi lahir prematur

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Andy Wijaya, Sp.OG, M.Kes, menyampaikan penyebab kelahiran prematur terkadang tidak diketahui.

Namun, sejumlah faktor dapat menjadi pemicu terjadinya bayi lahir prematur.

Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ibu hamil tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol
  2. Tidak menjaga kenaikan berat badan (kurang gizi). Padahal, kenaikan berat badan ideal wanita minimum mencapai 12,5 kg selama kehamilan
  3. Tidak menyeimbangkan zat gizi selama kehamilan
  4. Memiliki hormon kehamian yang tidak seimbang
  5. Menderita infeksi seperti campak Jerman, infeksi cairan ketuban
  6. Leher rahim lemah
  7. Menderita stres
  8. Mengalami plasenta previa atau ari-ari terletak di rahim bawah
  9. Ibu hamil berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
  10. Hamil kembar atau ganda
  11. Ibu hamil menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau diabetes mellitus
  12. Jarak kehamilan yang terlalu dekat, yakni kurang dari 2 tahun
  13. Mempunyai riwayat persalinan prematur

Baca juga: Mitos atau Fakta, Wanita Gemuk Susah Hamil?

“Untuk meminimalisir bayi lair prematur, sebisa mungkin ibu hamil dapat menghindari berbagai faktor penyebab yang bisa diubah,” jelas dr. Andy saat diwawancara Kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia, ibu hamil yang mengalami cedera, terutama di bagian perut juga sangat berisiko melahirkan secara prematur.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.