Kompas.com - 11/08/2020, 15:28 WIB
Ilustrasi melahirkan ShutterstockIlustrasi melahirkan

Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

KOMPAS.com – Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraaan lahir.

Bayi yang lahir sebelum waktunya tersebut rentan mengalami masalah kesehatan serius.

Kelahiran prematur bahkan tidak jarang dapat menyebabkan kematian bayi.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Ciri khas bayi lahir prematur adalah bayi berukuran kecil.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Bayi Lahir Prematur: Penyebab dan Cara Mencegahnya
kelahiran prematur bisa menyebabkan bayi lahir dengan masalah kesehatan. Jadi, kenali ragam penyebab dan cara mencegah bayi lahir prematur.
Bagikan artikel ini melalui

Penyebab bayi lahir prematur

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Andy Wijaya, Sp.OG, M.Kes, menyampaikan penyebab kelahiran prematur terkadang tidak diketahui.

Namun, sejumlah faktor dapat menjadi pemicu terjadinya bayi lahir prematur.

Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ibu hamil tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk merokok maupun mengonsumsi minuman beralkohol
  2. Tidak menjaga kenaikan berat badan (kurang gizi). Padahal, kenaikan berat badan ideal wanita minimum mencapai 12,5 kg selama kehamilan
  3. Tidak menyeimbangkan zat gizi selama kehamilan
  4. Memiliki hormon kehamian yang tidak seimbang
  5. Menderita infeksi seperti campak Jerman, infeksi cairan ketuban
  6. Leher rahim lemah
  7. Menderita stres
  8. Mengalami plasenta previa atau ari-ari terletak di rahim bawah
  9. Ibu hamil berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun
  10. Hamil kembar atau ganda
  11. Ibu hamil menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau diabetes mellitus
  12. Jarak kehamilan yang terlalu dekat, yakni kurang dari 2 tahun
  13. Mempunyai riwayat persalinan prematur

Baca juga: Mitos atau Fakta, Wanita Gemuk Susah Hamil?

“Untuk meminimalisir bayi lair prematur, sebisa mungkin ibu hamil dapat menghindari berbagai faktor penyebab yang bisa diubah,” jelas dr. Andy saat diwawancara Kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia, ibu hamil yang mengalami cedera, terutama di bagian perut juga sangat berisiko melahirkan secara prematur.

Cara mencegah bayi lahir prematur

dr. Andy menegaskan, tak hanya pada bayi, kelahiran prematur juga bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan bagi ibu yang melahirkan.

Meski begitu, kelahiran prematur dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal.

Baca juga: 9 Jenis Vitamin dan Mineral yang Disarankan untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu mencegah bayi lahir prematur:

  1. Hindari perjalanan jauh untuk meminumalisir cedera pada ibu hamil
  2. Hindari penggunaan obat-pbatan tanpa anjuran dokter
  3. Hindari tempat-tempat yang terlalu ramai karena ibu hamil mudah terjatuh
  4. Hindari berdiri lebih dari 6 jam
  5. Perlu cuci tangan untuk mencegah infeksi
  6. Sebisa mungking hindari kontak dengan lingkungan atau orang sakit
  7. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda
  8. Mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda-tanda bahaya selama kehamilan, dan perawatan diri selama kehamilan
  9. Hendaklah setiap wanita dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat, yakni 20-34 tahun

“Apabila ibu hamil berisiko tinggi mengalami kelahiran premature akibat penyakit kronis yang dialami, seperti hipertensi atau diabetes, dokter bisa memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan,” jelas dia.

Baca juga: Apakah Sperma Sering Tumpah Bisa Jadi Penyebab Sulit Hamil?


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.