Kompas.com - 13/08/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi bahwa stres dapat memengaruhi fisik dan mental kita.

Tak hanya itu, stres ternyata turut memengaruhi penampilan kita, khususnya area wajah.

Kondisi ini terjadi karena hormon yang dilepaskan tubuh saat merasa stres dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang berdampak negatif pada kulit.

Melansir Healthline, berikut efek stres pada wajah kita:

1. Memicu jerawat

Ketika stres, tubuh memproduksi banyak hormon kortisol yang merangsang pelepasan minyak dari kelenjar sebaceous.

Produksi minyak yang berlebihan ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Riset 2011 yang dilakukan sekelompok ilmuwan dari Korea Selatan juga membuktikan stres, kurang tidur, konsumsi alkohol, dan menstruasi berpotensi memicu serta memperburuk kondisi jerawat.

Baca juga: Stres Bisa Memicu Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya

2. Menimbulkan kantung mata

Kantung di bawah mata biasanya muncul seiring bertambahnya usia karena otot pendukung di sekitar mata melemah.

Selain itu, kulit kendur yang disebabkan oleh hilangnya elastisitas juga dapat menyebabkan kantung mata.

Kabar buruknya, stres juga bisa memicu kurang tidur yang meningkatkan tanda-tanda penuaan, seperti garis halus, berkurangnya elastisitas kulit, dan pigmentasi tidak merata.

Padahal, hilangnya elastisitas kulit juga bisa memicu pembentukan kantung di bawah mata.

3. Membuat kulit kering

Stratum corneum adalah lapisan luar kulit yang mengandung protein dan lipid.

Protein dan lipid tersebut memainkan peran penting dalam menjaga sel kulit agar tetap terhidrasi.

Selain itu, lapisan kulit paling luar juga bertindak sebagai penghalang yang melindungi kulit di bawahnya.

Jika stratum korneum tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kulit bisa menjadi kering dan gatal.

Riset 2014 yang diterbitkan dalam Inflammation & Allergy Drug Targets membuktikan bahwa stres dapat merusak fungsi stratum korneum yang dapat berdampak negatif terhadap retensi air kulit.

Hal ini bisa membuat kulit mudah menjadi kering dan memperburuk penampilan kita.

4. Memicu keriput

Stres menyebabkan perubahan pada protein di kulit dan mengurangi elastisitasnya.

Hilangnya elastisitas ini dapat berkontribusi pada pembentukan kerutan.

Stres juga dapat menyebabkan pengerutan alis berulang kali yang turut berkontribusi pada pembentukan kerutan.

Baca juga: Penting untuk Fungsi Tubuh, Berikut 6 Jenis Makanan Kaya Magnesium

5. Memicu uban dan kerontokan rambut

Riset 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan aktivitas saraf simpatik akibat stres dapat menyebabkan sel induk yang membuat melanosit menghilang.

Setelah sel-sel ini menghilang, sel-sel baru kehilangan warnanya dan berubah menjadi abu-abu atau memicu pembentukan uban.

Stres kronis juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut Anda dan menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium.

Telogen effluvium menyebabkan rambut rontok lebih banyak dari biasanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.