Kompas.com - 18/08/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

KOMPAS.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Pengelompokkan ini berdasar pada unsur penyebabnya.

Penyebab hipertensi primer atau dapat juga disebut hipertensi esensial hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Baca juga: Bukan Hanya Diabetes, Gula Juga Bisa Sebabkan Darah Tinggi

Tapi, secara umumnya, penyebab hipertensi primer adalah faktor gaya hidup dan pola makan.

Sementara, hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang dipicu oleh kondisi atau penyakit.

Adapun penyebab hipertensi sekunder di antara lain, yakni kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), dan penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosterorisme).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini adalah penjelasan mengenai ragam penyebab darah tinggi yang harus diwaspadai tersebut:

1. Stenosis arteri ginjal

Stenosis arteri ginjal adalah kondisi yang harus mendapat perhatian khusus.

Melansir Buku Care Your Self: Hipertensi (2008) oleh dr. Setiawan Dalimartha, dkk., stenosis arteri ginjal merupakan penyempitan arteri yang memasukan darah ke ginjal.

Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

Stenosis arteri ginjal dapat diperbaiki dengan pembedahan atau dilatasi (melebarkan arteri).

Pada dilatasi, sebuah tabung fleksibel dengan balon kecil di ujung dimasukkan ke dalam arteri di selangkangan.

Balon diletakkan tepat pada bagian arteri yang menyempit.

Baca juga: 5 Obat Darah Tinggi untuk Mengatasi Hipertensi

Balon selanjutnya dipompa untuk memekarkan daerah yang sempit, sehingga membuat aliran darah ke ginjal dan sekitarnya kembali lancar.

Fungsi ginjal seringkali meningkat jika pembedahan dan proses dilatasi berhasil.

Apabila telah dilakukan balonisasi dan tekanan darah masih tinggi, maka tekanan darah tersebut dapat diturunkan dengan pemberian obat.

2. Gagal ginjal

Penderita gagal ginjal biasanya membutuhkan perawatan tekanan darah tinggi.

Penyebab darah tinggi pada penderita gagal ginjal utamanya adalah kegagalan ginjal dalam mengatur jumlah garam dan air dalam tubuh.

Jika penderita gagal ginjal menjalani perawatan dialisis atau cuci darah, tekanan darahnya besar kemungkinan dapat dikendalikan.

Baca juga: Bagaimana Kadar Gula Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

Namun, sebagian penderita masih tetap harus minum obat untuk menjaga tetap normal.

3. Kelebihan noradrenalin

Penyebab darah tinggi yang dapat dikenali lainnya adalah gangguan kelenjar adrenalin.

Meski demikian, penyebab darah tinggi ini jarang dijumpai. Namun, bila ada kasus, termasuk gangguan yang dapat disembuhkan.

Kelenjar adrenalin berada tepat di atas tiap-tiap ginjal.

Kelenjar adrenalis mempuyai lapisan dalam dan luar yang dapat mengeluarkan berbagai hormon ke dalam aliran darah.

Bagian dalam kelenjar disebut medula mempunyai tugas mengeluarkan adrenalin atau hormon yang dihasilkan sebagai akibat rasa takut, marah, dan olahraga.

Adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung.

Selain itu, medulla juga bisa menghasilkan hormon noradrenalin yang dapat pula menyebabkan kontraksi otot arteri dan meningkatkan tekanan darah.

Kadang-kadang tumor jinak adrenalin (phaeochromocytoma) juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat dari kelebihan noradrenalin dalam darah.

Baca juga: 15 Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Atasi Hipertensi

Gejala serangan berupa banyak keringat, palpitasi, dan sakit kepala hebat, tetapi keadaan ini sangat jarang terjadi.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan tes darah dan urine yang sederhana.

Selain itu, pembesaran kelenjar adrenal juga dapat terlihat pada pemeriksaan sidik tubuh (body scan).

Hipertensi yang disebabkan oleh noradrenalin dapat dikendalikan dengan konsumsi obat-obatan, tetapi untuk kesembuhannya, diperlukan tindakan bedah.

4. Sindrom cushing dan aldosteronisme

Sindrom ini adalah suatu keadaan yang sangat jarang terjadi.

Sindrom cushing dapat muncul sebagai akibat adanya tumor atau pertumbuhan yang berlebihan dari lapisan luar kelenjar adrenal.

Baca juga: 9 Buah untuk Menurunkan Darah Tinggi

Pada keadaan ini, tubuh akan menghasilkan hormon stres lain, yakni kortisol, termasuk aldosterone hormon yang dapat mengakibatkan ginjal menahan garam atau sodium dan melepas kalium.

Terlalu banyak kortisol (hormon stres) dapat memicu suatu kondisi yang dikenal sebagai sindrom cushing.

Sementara, sindrom cushing dapat mengakibatkan pertambahan berat badan yang sangat cepat, tekanan darah tinggi, dan kadang-kadang memicu penyakit diabetes mellitus (DM).

Bentuk sindrom yang sering ditemukan adalah akibat tumor jinak kelenjar hipofise di dasar otak yang merangsang kelenjar adrenal untuk menghasilkan kortisol.

Pengobatan sindrom cushing biasanya dengan pembedahan. Hasil pengobatannya cukup efektif.

Selain dindroma cushing, produksi aldosterone (hormon yang mengakibatkan ginjal menahan garam dan melepas kalsium) yang berlebih, dapat jadi penyebab hipertensi dengan kalium yang rendah dalam darah.

Padahal, kadar kalium yang rendah dapat menimbulkan kelemahan otot dan hilangnya kemampuan memetakan urine.

Diagnosis ditegakkan dengan tes darah dan kelenjar adrenal yang abnormal diangkat melalui tindakan bedah.

Baca juga: 9 Buah yang Mengandung Serat Tinggi

5. Pengaruh alkohol

Pada beberapa kondisi, darah tinggi tampaknya dikaitkan dengan konsumsi alkohol berlebihan dan hipertensi cenderung turun jika konsumsi alkohol dihentikan.

Adanya konsumsi alkolhol yang berlebihan dapat diketahui salah satunya dengan melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

Pada umumnya, orang yang menderita hipertensi harus membatasi konsumsi alkohol. Namun, akan lebih baik jika para pengidap darah tinggi tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

6. Stres

Mungkin masih ada banyak orang yang belum memahami hubungan stres dan darah tinggi.

Namun, pada kenyataannya, perasanan stres sebagai faktor penyebab darah tinggi tidak diragukan lagi.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Asam Urat yang Harus Diwaspadai

Stres dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka waktu pendek dengan cara mengaktifkan bagian otak dan sistem saraf yang biasanya mengendalikan tekanan darah secara otomatis.

Stres memang sulit untuk diberi batasan atau diukur karena peristiwa yang menimbulkan kondisi itu belum tentu sama pada setiap orang.

Namun, beberapa petunjuk dari hasil penelitian ahli mendukung pendapat bahwa stres dapat menjadi pemicu atau penyebab darah tinggi.

7. Efek samping obat

Melansir Health Line, pemakaian obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, obat antiinflamasi non–steroid, obat flu termasuk dekongestan, seperti pseudoefedrin, obat migrain, obat penurun berat badan, dan pil KB (komponen estrogen) jangka panjang dapat pula menjadi penyebab hipertensi.

Berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

8. Kondisi sleep apnea

Kurangnya oksigen dalam darah pada yang bisa terjadi pada penderita gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea) dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan dinding pembuluh darah yang pada gilirannya menyebabkan hipertensi.

Sleep apnea juga dapat menghambat kerja bagian pada sistem saraf untuk mengeluarkan zat kimia tertentu hingga dapat meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: 9 Tanaman Herbal untuk Mengobati Asam Urat

Gangguan ini biasa ditemukan pada orang dengan obesitas.

9. Kelainan struktur aorta

Kelainan struktur aorta (pembuluh darah utama jantung) dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah hingga mengakibatkan naiknya tekanan darah.

Kelainan struktur aorta kebanyakan merupakan kelainan bawaan di mana aorta tersebut menyempit, sehingga menyebabkan jantung bekerja lebih keras.

Untuk mengetahui penyebab darah tinggi secara pasti, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin akan disarankan oleh dokter, seperti:

  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan urine
  • USG ginjal
  • CT scan/MRI
  • EKG

Mengetahui penyebab darah tinggi ini kiranya sangat diperlukan untuk menentukan langkah pengobatan yang paling tepat.

Baca juga: 8 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tak Disadari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Bisa Sebabkan Masalah Jantung, Kenali 7 Risiko Binge Watching

Health
Kondrosarkoma

Kondrosarkoma

Penyakit
6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

6 Jenis Kanker yang Bisa Memiliki Gejala Sakit Pinggang

Health
Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Penyakit
4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

4 Penyakit Hati yang Harus Diwaspadai

Health
Palpitasi Jantung

Palpitasi Jantung

Penyakit
Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Waspadai, Sering Stres Biisa Turunkan Daya Ingat

Health
Rahim Ganda

Rahim Ganda

Penyakit
10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

10 Tanda Depresi yang Sering Kali Tidak Disadari

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.