Kompas.com - 19/08/2020, 09:07 WIB

Kondisi tersebut juga membuat kebiasaan bergonta ganti pasangan seksual juga dapat meningkatkan risiko ISK.

2. Pemilihan jenis kontrasepsi

Sejumlah jenis kontrasepsi dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK.

Beberapa di antaranya seperti kontrasepsi jenis diafragma atau kotrasepsi dengan spermisida (berbentuk krim atau gel yang berfungsi untuk membunuh atau menghentikan pergerakan sperma).

Baca juga: Gejala Infeksi Saluran Kemih

3. Menopause

Saat menopause, kadar hormon esterogen dalam tubuh perempuan akan menurun. Hal ini berarti pertahanan di saluran kemih juga akan berkurang.

Inilah mengapa menopause menjadi salah satu faktor risiko terjadinya ISK pada perempuan.

4. Kelainan saluran kemih

Orang yang lahir dengan kelainan saluran kemih berisiko tinggi terkena ISK. Misalnya saja pada orang dengan pertumbuhan arteri dan vena saluran kemih yang tidak normal.

5. Diabetes

Diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Kabar buruknya, kondisi ini membuat darah tidak dapat disaring dengan baik dan tersangkut dalam ginjal.

Hal tersebut memungkinkan terjadinya ISK.

6. Penggunaan kateter

Pada orang yang menggunakan kateter dalam jangka panjang, risiko ISK meningkat.

7. Kehamilan

Saat hamil, kemungkinan risiko terkena ISK pada perempuan meningkat. Ini karena perubahan tubuh yang berkaitan dengan kehamilan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.