4 Hal yang Bikin Diet Rendah Karbohirat Gagal Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 22/08/2020, 10:31 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

KOMPAS.com - Diet rendah karbohidrat menjadi metode populer untuk menurunkan berat badan.

Pola diet ini membatasi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan asupan tinggi protein serta lemak.

Meski banyak yang sukses menurunkan berat badan dengan metode diet ini, tak sedikit juga yang gagal untuk mencapai tubuh ideal.

Sekadar mengurangi asupan karbohidrat saya tak cukup membantu kita untuk mendapatkan berat badan impian.

Baca juga: Akupuntur Terbukti Bisa Turunkan Berat Badan, Kok Bisa?

Berikut kesalahan yang sering dilakukan yang justru membuat berat badan meningkat:

1. Mengonsumsi karbohidrat olahan

Memang tidak ada batasan pasti berapa jumlah karbohidrat yang bisa kita konsumsi dalam metode diet ini.

Umumnya, pola makan bisa dianggap rendah kabohidrat bila kita hanya mengonsumsi sekitar 100 hingga 150 gram karbohidrat sehari.

Dengan kisaran asupan karbohidrat tersebut, kita bisa mencapai hasil yang efektif untuk mendapatkan tubuh ideal melalui pola diet ini.

Namun, manfaat tersebut hanya bisa kita dapatkan jika kita mengonsumsi kabohidrat yang tidak diproses.

Mengonsumsi karbohidrat olahan hanya akan meningkatkan risiko kita untuk mengalami obesitas yang memicu berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X