Kompas.com - 24/08/2020, 10:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Olahraga dapat meningkatkan detak jantung dan aliran darah yang membuat tubuh menjadi lebih waspada.

Itu sebabnya, olahraga juga diklaim membantu meningkatkan energi tubuh kita.

Di sisi lain, banyak orang yang justru merasa mengantuk usai berolahraga, terutama ketika melakukan olahraga intensitas tinggi.

Secara umum, merasa lelah usai berolahraga adalah hal yang wajar. Namun, biasanya hal ini terjadi ketika kita melakukan olahraga intensitas tinggi.

Olahraga intensitas rendah - seperti jalan kaki - biasanya tidak membuat kita merasa lelah.

Namun, tubuh setiap orang berbeda-beda sehingga efek yang dirasakan usai berlahraga pun berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hati-Hati, 4 Masalah Kesehatan yang Sering Mengintai Otak

Efek olahraga pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada hal berikutini:

  • tingkat kebugaran
  • diet
  • tingkat hidrasi
  • jenis olahraga
  • durasi, intensitas, dan frekuensi latihan
  • kondisi medis yang mendasari
  • durasi tidur sebelum olahraga.

Mengapa hal ini terjadi?

Dalam beberapa kasus, kita bisa saja mengantuk usai berolahraga. Kondisi ini menandakan bahwa kita terlalu memaksakan diri.

Rasa kantuk usai olahraga bisa disebabkan oleh respon alami tubuh terhadap aktivitas fisik.

Saat berolahraga, otot tubuh berkontraksi berulang kali yang membutuhkan adenosine triphosphat atau molekul penyedia energi untuk sel.

Namun, level molekul ini menurun saat kita berolahraga terus menerus. Akibatnya, kemampuan otot pun berkurang dan menyebabkan kelelahan.

Selama berolahraga, sistem saraf pusat juga berulangkali mengaktifkan sinyal agar otot terus bergerak yag turut memicu kelelahan.

Selain itu, olahraga meningkatkan berbagai neurotransmiter, termasuk dopamin dan serotonin.

Perubahan ini mengurangi kapasitas sistem saraf pusat untuk mengaktifkan otot, yang menyebabkan kelelahan sentral. Kondisi inilah yang bisa memicu rasa kantuk.

Efek samping tidur usai olahraga

Meski hal yang wajar, tidur usai olahraga juga bisa menyebabkan efek samping berikut:

- Menurunkan kualitas tidur

Olahraga meningkatkan endorfin dan suhu tubuh, yang dapat membuat otak dan tubuh tetap terjaga.

Meski rasa kantuk melanda, kualitas tidur usai berolahraga tidak akan maksimal.

- Peningkatan detak jantung

Tidur usai olahraga, terutama dalam waktu lama, akan membuat detak jantung meningkat dan membuat otak merasa bingung.

Namun, hal ini biasanya hanya berlangsung selama 30 menit usai terbangun.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Soda Diet Bantu Turunkan Berat Badan?

- Manfaat

Kabar baiknya, tidur usai berolahraga juga bisa mendatangkan manfaat berikut:

- Pemulihan otot

Tidur setelah berolahraga dapat mendukung pemulihan otot. Saat tidur, kelenjar pituitari melepaskan hormon pertumbuhan.

Otot juga membutuhkan hormon ini untuk memperbaiki dan membangun jaringan.

Hal ini penting untuk pertumbuhan otot, kinerja atletik, dan menuai manfaat dari aktivitas fisik.

- Mengurangi kelelahan fisik

Rasa mengantuk setelah berolahraga merupakan salah satu tanda kelelahan otot. Tidur usai berolahraga bisa membantu kita untuk mengatasi kelelahan tersebut.

- Meningkatkan kewaspadaan mental

Tidur berolahraga dapat meningkatkan energi mental dan mengurangi rasa lelah. Hal ini bisa meningkatkan suasana hati kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.