Merokok Rusak Sperma dan Pengaruhi Kesuburan, Kok Bisa?

Kompas.com - 26/08/2020, 21:05 WIB
Ilustrasi sperma bergerak menuju ovum SHUTTERSTOCK/Yurchanka SiarheiIlustrasi sperma bergerak menuju ovum

Ketidakseimbangan ini membuat mereka sangat rentan terhadap kerusakan DNA.

"Ketika kami menyuntikkan sel sperma yang rusak ini ke dalam sel telur, sperma tidak mampu membuahi sel. Bahkan jika pembuahan terjadi, tingkat keguguran sangat tinggi," kata Mohamad Eid Hammadesh, salah satu peneliti yang terlibat studi tersebut.

Para peneliti berpendapat, hal ini mungkin karena sperma yang rusak akibat kebiasaan merokok kehilangan sebagian besar kemampuannya untuk melawan radikal bebas di dalam cairan mani.

Baca juga: Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Penelitian lain yang menunjukkan hasil serupa juga dipublikasikan pada tahun 2016 di jurnal European Urology.

Dalam studi tersebut, merokok dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma, penurunan motulitas, dan morfologi sperma yang buruk.

Merangkum dari Verywell Family, merokok membuat pria terpapar kadmium dan timbal tingkat tinggi. Kedua zat tersebut merupakan logam yang sering dikaitkan dengan penurunan kesuburan.

Pada perokok berat yang merokok 20 batang atau lebih dalam sehari memiliki kadar yang lebih tinggi dalam air mani.

Untuk memperbaiki hal ini, banyak ahli menyarankan agar pria berhenti merokok.

Meskipun tidak ada konsensus tentang berapa lama pria harus berhenti merokok agar sperma mereka kembali sehat, tapi yang banyak disarankan adalah 3 bulan.

Itu karena dibutuhkan hampir 3 bulan bagi sel sperma untuk mencapai kematangan.

Memberikan waktu setidaknya 3 bulan untuk perbaikan setelah menghentikan kebiasaan merokok dianggap adalah durasi paling masuk akal.

Baca juga: 14 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Mendukung Program Hamil

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X