Kompas.com - 04/09/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi diabetes shutterstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Pola makan juga menjadi faktor penting yang turut memicu risiko diabetes.

Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat adalah kunci untuk mengendalikan gejala sekaligus mencegah terjadinya risiko diabetes.

Laporan Mayo Clinic juga mengatakan, pola makan seimbang dan teratur adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya risiko diabetes.

Pola makan seimbang juga membantu tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan agar bekerja secara efektif.

Tanpa nutrisi yang seimbang, tubuh akan rentan terhadap penyakit, infeksi, mudah lelah, dan peforma menurun.

Baca juga: Selain Covid-19, Ini 6 Jenis Penyakit Menular Akibat Infeksi Virus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menerapkan pola makan ini, kita harus memastikan kebutuhan kalori harian kita berasal dari bahan makanan sehat seperti buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak.

Selain itu, kita juga harus menghindari berbagai jenis makanan yang bisa memicu naiknya risiko diabetes.

Berikut empat jenis makanan yang bisa memicu naiknya risiko diabetes:

1. Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan, seperti nasi putih dan roti, adalah jenis makanan yang rendah nutrisi namun mengandung gula tinggi.

Pakar pengobatan holistik dari California, Isaac Eliaz, juga mengatakan jenis makanan tersebut merupakan penyebab utama diabetes.

"Kalori tanpa nutrisi degan kandungan gula tinggi adalah pemicu utama diabetes. Sebisa mungkin, hindari makanan ini," ucap dia.

Karbohidrat olahan juga mudah dicerna sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin yang memicu diabetes tipe 2.

Riset 2007 yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine juga menunjukan konsumsi karbohidrat olahan yang tinggi dapat memicu peningkatan diabetes tipe 2 sebesar 21 persen.

Sebaiknya kita memilih asupan karbohidrat utuh seperti sayur, buah, dan biji-bijian.

2. Minuman manis

Ahli nutrisi Jill Weisenberger, mengatakan, minuman manis seperti soda, kopi dan teh yang diberi tambahan gula bisa memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2.

"Ini terjadi karena gula pada minuman tersebut bisa memicu penambahan berat badan dan meningkatkan resistensi insulin," ucapnya.

Riset 2010 juga membuktikan, konsumsi dua gelas minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26 persen.

Sebaiknya, kita menghindari asupan minuman manis. Kita cukup mengonsumsi air putih untuk mencukupo kebutuhan cairan tubuh.

3. Lemak jenuh dan trans

Lemak jenuh dan trans adalah jenis lemak tak sehat yang bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

Padahal, kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko diabetes tipe 2. Lemak trans bisa kita temui dalam makanan kemasa atau makanan yang digoreng.

Sedangkan lemah jenuh banyak terkandung dalam daging merah, mentegam atau produk susu tinggi lemak.

Baca juga: Bantu Turunkan Berat Badan, Begini Cara Menerapkan Pola Makan Seimbang

4. Daging merah dan olahan

Daging merah dan oahan juga bisa memicu diabetes tipe 2 karena kadar natrium dan nitritnya yang tinggi.

Riset 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition membuktikan, konsumsi tiga ons daging merah per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19 persen.

Sedangkan konsumsi dagin olahan dalam jumlah yang lebih kecil bisa memicu peningkatan diabetes sebesar 51 persen.

Untuk menghindari hal ini, kita bisa menggantinya dengan asupan proteinsehat seperto daging ikan, daging ayam, atau telur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.