Kompas.com - 14/09/2020, 19:37 WIB
Ilustrasi serangan jantung di usia muda Shutterstock.comIlustrasi serangan jantung di usia muda

KOMPAS.com - Rasa tidak nyaman di bagian dada atau dada sakit bisa muncul dalam bentuk nyeri seperti ditusuk, ditekan, diremas, sampai rasa panas seperti terbakar.

Di beberapa kasus, sakit dada bisa menjalar sampai ke tulang belakang, leher, rahang, punggung, atau ke lengan.

Penyebab dada sakit bisa beragam. Hal yang paling perlu diwaspadai adalah gejala penyakit jantung dan paru-paru karena bisa mengancam jiwa.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Berikut beberapa kemungkinan dada sakit bisa jadi gejala penyakit apa saja:

1. Penyakit jantung

Sakit dada bisa jadi tanda penyakit jantung. Melansir Mayo Clinic, beberapa masalah jantung yang bisa membuat dada terasa sakit di antaranya:

  • Serangan jantung

Serangan jantung terjadi karena aliran darah yang mengarah ke jantung tak lancar. Biasanya disebabkan gumpalan darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Angina

Sakit dada karena aliran darah ke jantung terhambat ini bisa muncul karena penumpukan plak di dinding bagian dalam pembuluh arteri jantung.

Plak arteri tersebut dapat membuat arteri menyempit dan membatasi pasokan darah ke jantung.

  • Diseksi aorta

Kondisi yang bisa mengancam jiwa ini dapat membuat arteri utama yang mengarah ke jantung (aorta) robek dan terpisah dari lapisan tengah dinding aorta.

  • Perikarditis

Peradangan pada kantong pelapis jantung ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan sakit dada saat bernapas dan berbaring.

Baca juga: Sakit Dada Tak Selalu Tanda Penyakit Jantung, Berikut Ciri-cirinya

2. Penyakit pencernaan

Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal Ilustrasi sakit perut, sakit saluran pencernaan, gastrointestinal
Melansir NHS, sakit dada pada gangguan pencernaan biasanya muncul setelah makan, disertai gejala muntah makanan atau asam lambung, serta kerap merasa kembung dan begah.

Dada terasa sakit bisa disebabkan beragam gangguan pencernaan, di antaranya:

  • Asam lambung naik

Nyeri dada pada penyakit asam lambung bisa berupa sakit dada sampai ke tulang belakang terasa panas seperti terbakar.

Kondisi ini bisa muncul saat asam lambung naik dari perut ke kerongkongan.

  • Gangguan menelan

Gangguan pada esofagus juga bisa membuat seseorang susah menelan sampai mengalami sakit dada.

  • Penyakit empedu

Masalah empedu seperti batu empedu dan radang kandung empedu juga bisa menyebabkan sakit perut yang menjalar sampai ke dada.

Baca juga: Kenapa Jantung Berdebar Kencang Tanpa Sebab Jelas?

3. Gangguan otot dan tulang

Ilustrasi ototshutterstock.com Ilustrasi otot
Dada sakit juga bisa jadi gejala penyakit yang menyerang otot dan tulang.

Karakteristik sakit dada karena masalah otot dan tulang biasanya muncul setelah cedera dada. Masalah kesehatan ini umumnya mereda setelah otot diistirahatkan.

Beberapa gangguan otot dan tulang yang bisa menyebabkan sakit dada di antaranya:

  • Kostokondritis

Kondisi ini terjadi saat tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada mengalami peradangan. Salah satu dampaknya, muncul sakit dada.

  • Nyeri otot

Sindrom nyeri otot kronis seperti fibromyalgia dapat menyebabkan bagian dada terus-menerus terasa sakit.

  • Cedera tulang rusuk

Cedera tulang rusuk karena memar atau patah bisa menyebabkan sakit dada.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang

4. Penyakit paru-paru

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Penyakit paru-paru juga bisa menyebabkan sakit dada. Rasa nyeri dada ini terasa semakin parah saat bernapas.

Dada sakit bisa jadi gejala sejumlah penyakit paru-paru, seperti:

  • Emboli paru

Terjadi saat gumpalan darah bersarang di arteri paru-paru dan menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru.

  • Pleurisi

Peradangan pada selaput paru-paru ini dapat menimbulkan gejala dada sakit dan sesak, terutama saat menarik napas atau batuk.

  • Paru-paru kolaps

Sakit dada yang terkait paru-paru kolaps biasanya muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama berjam-jam. Gejala umumnya sakit dada dan sesak napas.

Paru-paru kolaps bisa terjadi saat udara bocor ke ruang antara paru-paru dan tulang rusuk.

  • Hipertensi paru

Dada sakit bisa jadi gejala penyakit hipertensi paru. Kondisi ini bisa terjadi saat tekanan darah di arteri yang membawa darah ke paru-paru melonjak.

Baca juga: Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Jantung

5. Penyebab lainnya

Ilustrasi. Ilustrasi.
Dada sakit juga bisa jadi gejala penyakit selain jantung, paru-paru, pencernaan, dan masalah otot serta tulang. Antara lain:

  • Serangan panik

Serangan panik dapat menimbulkan gejala sakit dada, detak jantung cepat, napas cepat, keringat berlebih, sesak napas, mual, pusing, dan ketakutan berlebihan.

  • Herpes zoster

Penyakit infeksi virus Varicella Zoster ini dapat menyebabkan sakit dada disertai munculnya lepuh dari punggung ke dinding dada.

Sakit dada tidak boleh diabaikan. Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila nyeri dada:

  • Membuat dada sakit, sesak, napas berat
  • Diawali dengan sesak napas dan banyak berkeringat
  • Nyeri menyebar ke lengan, punggung, leher, atau rahang
  • Berlangsung lebih dari 15 menit

Penting bagi setiap orang yang mengalami sakit dada untuk berkonsultasi pada ahlinya, demi memastikan tidak ada masalah kesehatan serius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.