Kompas.com - 15/09/2020, 07:36 WIB
Ilustrasi olahraga bersepeda SHUTTERSTOCKIlustrasi olahraga bersepeda

KOMPAS.com - Olahraga merupakan salah satu kebiasaan sehat bagi banyak orang. Namun, kegiatan yang satu ini dapat berisiko bagi penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Ya, olahraga diketahui dapat menimbulkan sejumlah komplikasi pada penderita diabetes.

Meski begitu, dalam porsi dan jenis yang tepat, olahraga dapat memiliki banyak manfaat bagi penderita diabetes.

Baca juga: 4 Olahraga Terbaik untuk Obat Penghilang Stres

American College of Sports Medicine dan American Diabetes Association sama-sama setuju bahwa olahraga penting untuk mendapatkan kesehatan yang optimal pada penderita diabetes

Merangkum dari Business Insider, saat Anda berolahraga, tubuh Anda membakar glukosa, atau gula darah. Artinya, hal ini membantu menurunkan kadar gula darah Anda.

Jika Anda berolahraga lebih banyak, efek ini diperkuat dari waktu ke waktu, yang menyebabkan penurunan resistensi insulin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manfaat ini sangat penting, karena resistensi insulin merupakan penyebab diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, olahraga teratur juga dapat membantu Anda membangun otot dan mengurangi lemak. Keduanya meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk menggunakan insulin.

Secara umum, orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 mendapat manfaat dari menjadi lebih sensitif terhadap insulin.

Sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Physical and Rehabilitation Medicine tahun 2019 menunjukkan bukti bahwa olahraga teratur dapat mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2.

Hal yang penting perlu diperhatikan oleh penderita diabetes yang ingin berolahraga adalah porsi dan jenis olahraga yang dilakukan.

Baca juga: Jenis Olahraga Terbaik untuk Atasi Skoliosis

Lalu, apa saja jenis olahraga yang baik untuk penderita diabetes?

Berikut jenis olahraga terbaik untuk penderita diabetes dikutip dari Healthline.

1. Berjalan

Anda dapat melakukan olahraga ini kapan saja.

Menurut sebuah laporan ilmiah tahun 2014, berjalan kaki dapat membantu penderita diabetes tipe 2 menurunkan kadar gula darah dan menurunkan berat badan.

Anda cukup berjalan kaki selama 30 menit selama 5 hari dalam seminggu untuk menjaga kebugaran tubuh.

2. Bersepeda

Penderita diabetes tipe 2 biasanya mengalami masalah sendi. Hal ini sering membuat nyeri tak tertahankan.

Untuk menghindari komplikasi ini, Anda bisa mempertimbangkan olahraga berdampak rendah seperti bersepeda.

Bersepeda dapat membuat Anda bugar sekaligus meminimalkan ketegangan pada persendian.

3. Berenang

Olahraga yang ramah bagi penderita diabetes lainnya adalah berenang.

Aktivitas ini dapat melatih jantung, paru-paru, otot, sekaligus persendian Anda.

Sebuah laporan penelitian tahun 2017 menemukan bahwa olahraga air dapat menurunkan kadar gula darah.

Baca juga: Olahraga Terbaik untuk Menghilangkan Lemak Perut

4. Olahraga tim

Berolahraga bersama teman atau keluarga adalah hal yang menyenangkan sekaligus dapat memotivasi penderita diabetes.

Banyak olahraga rekerasional yang bisa Anda lakukan bersama dengan teman dan keluarga seperti basket, sepak bola, atau tenis.

5. Aerobik

Sebuah penelitian yang terbit dalam The International Journal of Exercise Science tahun 2019 menemukan bahwa latihan aerobik, latihan ketahanan, atau kombinasi keduanya yang dilakukan oleh penderita diabetes tie 2 dapat menurunkan kadar gula darah.

Penelitian lain pada tahun 2015 menemukan perempuan dengan diabetes tipe 2 lebih termotivasi untuk berolahraga setelah mengikuti kelas Zumba selama 16 minggu.

Para perempuan itu juga diketahui dapat menurunkan berat badan.

6. Pilates

Pilates adalah program kebugaran populer yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan inti, koordinasi, dan keseimbangan.

Menurut penelitian baru-baru ini pada wanita dengan diabetes tipe 2, olahraga ini juga dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah.

Baca juga: Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung, Bagaimana Baiknya?

7. Yoga

Menurut laporan penelitian tahun 2016, yoga dapat membantu penderita diabetes tipe 2 mengelola gula darah, kadar kolesterol, dan berat badan.

Olahraga ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan suasana hati Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.