Kompas.com - 15/09/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi pasien mengalami rambut rontok karena Covid-19, infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nalada NagawasuttamaIlustrasi pasien mengalami rambut rontok karena Covid-19, infeksi virus corona.

KOMPAS.com - Melihat rambut rontok setiap hari bagi sebagian orang adalah hal yang biasa. Ya, rata-rata kita kehilangan sekitar 80 helai rambut setiap hari.

Namun, bagaimana jika kerontokan rambut ini cukup banyak?

Tentu bayangan kebotakan seolah menjadi lebih dekat dan menakutkan.

Baca juga: Dapatkah Ketombe Menyebabkan Rambut Rontok?

Faktanya, kerontokan rambut adalah masalah yang umum dialami oleh perempuan.

Dikutip dari Cosmopolitan, penelitian menunjukkan setidaknya 1 dari 3 perempuan mengalami kerontokan dan penurunan volume rambut.

Kondisi ini tentu menyebabkan kekhawatiran tentang kebotakan. Tak jarang rambut rontok juga menyebabkan stres karena sulit sekali diatasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi ini juga membuat kita bertanya-tanya apa sebenarnya yang menyebabkan kerontokan rambut yang dialami.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan rambut rontok, di antaranya:

1. Keturunan

Penyebab paling umum dari kerontokan rambut adalah riwayat keluarga atau faktor keturunan/genetik. Kondisi ini disebut androgenic alopecia atau kebotakan pada pria maupun wanita.

Biasanya kondisi ini terjadi secara bertahap dan dalam pola yang dapat diprediksi.

Melansir dari Medical News Today, laki-laki cenderung kehilangan rambut dari pelipis dan mahkota kepala. Pada wanita, rambut biasanya menjadi lebih tipis di seluruh kepala.

Alopecia androgenetik biasanya lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.

2. Perubahan hormonal

Dilansir dari Mayo Clinic, perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, dan masalah tiroid dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara maupun permanen.

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami

Hormon memainkan peran besar dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut.

Pada kondisi kehamilan misalnya, penurunan kadar esterogen dapat menyebabkan kerontokan. Itu karena esterogen merupakan hormon ramah rambut yang menjaga rambut dalam fase pertumbuhan dalam jangka optimal.

3. Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok. Salah satunya adalah alopecia areata, yang terkait dengan sistem kekebalan dan menyebabkan rambut rontok.

Selain itu infeksi jamur di kulit kepala seperti kurap, dan gangguan yang disebut trikotilomania juga dapat membuat rambut rontok.

Di samping kondisi medis, perawatan kesehatan tertentu juga bisa menyebabkan rambut rontok. Di antaranya adalah kemoterapi dan radiasi.

4. Konsumsi obat dan suplemen

Rambut rontok bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu. Misalnya saja obat yang digunakan untuk kanker, arthritis, depresi, masalah jantung, asam urat dan tekanan darah tinggi.

Penggunaan pil KB dan kontrasepsi hormonal juga bisa memiliki efek serupa.

5. Stres

Banyak orang mengalami penipisan rambut secara umum beberapa bulan setelah guncangan fisik atau emosional.

Baca juga: Stres Bisa Memicu Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya

Biasanya, jenis kerontokan rambut ini bersifat sementara.

Stres juga bisa memicu masalah kulit kepala, seperti ketombe, mengganggu kebiasaan makan, dan mengacaukan sistem pencernaan.

6. Gaya dan perawatan rambut

Penataan rambut yang berlebihan atau gaya rambut yang menarik rambut Anda dengan kencang, seperti kuncir atau cornrows, dapat menyebabkan jenis rambut rontok yang disebut traction alopecia.

Perawatan rambut tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok. Jika jaringan parut terjadi, rambut rontok bisa menjadi permanen.

7. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan rambut rontok. Diet ekstrem yang terlalu rendah protein dan vitamin tertentu, seperti zat besi, terkadang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan.

Ini karena zat besi sangat penting untuk memproduksi protein sel rambut. Dengan kata lain kekurangan zat besi dapat mempengaruhi rambut rontok.

Selain zat besi, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan rambut rontok. Itu karena dapat mempengaruhi kesehatan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk rambut.

8. Penurunan berat badan yang drastis

Penurunan berat badan secara drastis dapat mempengaruhi kondisi rambut. Hal ini biasanya juga berhubungan dengan kekurangan nutrisi secara drastis pada tubuh.

Baca juga: Masturbasi Penyebab Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.