Sulit Menahan Kencing? Waspadai Kondisi Medis Ini

Kompas.com - 15/09/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi seorang perempuan menekan perut bagian bawahnya karena masalah medis atau ginekologi AnetlandaIlustrasi seorang perempuan menekan perut bagian bawahnya karena masalah medis atau ginekologi

KOMPAS.com – Pernahkah Anda merasa sulit menahan kencing atau buang air kecil (BAK)?

Jika pernah, salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan kondisi tersebut adalah inkontinensia urine (UI).

Inkontinensia urine adalah keluarnya urine di luar kehendak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.

Baca juga: Penis Jarang Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari, Normalkah?

Meski bukan termasuk kondisi yang mengancam jiwa, inkontinensia urine tetap saja bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hubungan interpesolan, interaksi sosial, kesehatan psikologis, termasuk seksual.

Gejala inkontinensia urine

Gejala inkontinensia urine sebenarnya bervariasi atau tidak hanya sulit menahan kencing.

Melansir Health Line, berikut ini beberapa tipe inkontinensia urine beserta gejalanya masing-masing yang dapat dikenali:

1. Inkontinensia urin tekanan (stress incontinence)

Urin keluar ketika ada peningkatan tekanan pada kandung kemih karena adanya batuk, bersin, tertawa, atau ketika mengangkat beban berat atau berolahraga.

2. Inkontinensia urin desakan (urge incontinence)

Timbul rasa ingin kencing yang tiba-tiba dan mendesak atau kebelet yang diikuti dengan keluarnya urine.

Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X