Kompas.com - 22/09/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi anak memiliki ponsel sendiri SHUTTERSTOCKIlustrasi anak memiliki ponsel sendiri

KOMPAS.com – Banyak orang selama ini beranggapan katarak hanya bisa dialami oleh orang tua.

Tapi sebenarnya, penyakit katarak yang bisa menyebabkan kebutaan ini bisa juga menyerang anak-anak.

Katarak adalah suatu kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan.

Baca juga: Katarak: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Gejala katarak pada anak

Melansir American Academy of Ophthalmalogy, sama seperti pada orang dewasa, katarak pada anak-anak juga bisa menyerang satu atau kedua mata.

Bercak keruh pada lensa terkadang bisa membesar dan semakin berkembang, sehingga mengakibatkan penglihatan anak kian terpengaruh.

Selain penglihatan yang buruk, katarak juga dapat menyebabkan "mata goyah" dan juling, di mana mata mengarah ke berbagai arah.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

8 Penyebab Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Mengenal berbagai penyebab katarak pada anak bisa adalah langkah awal yang baik untuk mencegah munculnya masalah kesehatan mata tersebut.
Bagikan artikel ini melalui

Ketika anak masih sangat kecil, mungkin akan sulit untuk mengenali tanda-tanda katarak.

Tetapi, mata bayi pada umumnya akan diperiksa secara rutin oleh dokter dalam 72 jam setelah lahir dan dianjurkan kembali dicek saat sudah berusia 6 hingga 8 minggu.

Meski demikian, terkadang katarak memang dapat berkembang pada anak-anak setelah tes skrining ini.

Sangat penting untuk segera mendeteksi katarak pada anak-anak karena pengobatan dini dapat mengurangi risiko masalah penglihatan jangka panjang.

Baca juga: Glaukoma: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.