11 Penyebab Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 05/10/2020, 13:39 WIB
Ilustrasi serangan jantung shutterstockIlustrasi serangan jantung

KOMPAS.com – Gagal jantung adalah istilah untuk menggambarkan kondisi ketika jantung tidak lagi mampu memompa suplai darah yang cukup ke tubuh.

Tanpa aliran darah yang memadai tersebut, semua fungsi utama tubuh otomatis dapat terganggu.

Melansir Health Line, gagal jantung dapat memengaruhi sisi kanan atau kiri jantung penderita, atau bahkan keduanya secara bersamaan.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Hal ini bisa menjadi kondisi akut (jangka pendek) atau kronis (berkelanjutan).

Pada gagal jantung akut, gejalanya muncul tiba-tiba tetapi hilang juga dengan cukup cepat.

Kondisi ini sering terjadi setelah serangan jantung.

Mungkin juga akibat dari masalah pada katup jantung yang mengontrol aliran darah di jantung.

Sedangkan, pada gagal jantung kronis, gejalanya terus berlanjut dan tidak membaik seiring waktu.

Dari dua jenis gagal jantung tersebut, kasus gagal jantung bersifat kronis lebih banyak terjadi ketimbang gagal jantung bersifat akut.

Gagal jantung jelas termasuk kondisi medis serius yang memerlukan perawatan oleh dokter.

Perawatan dini diperlukan untuk meningkatkan peluang pemulihan jangka panjang dengan komplikasi yang lebih sedikit.

Jadi, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter jika Aada mengalami gejala gagal jantung.

Baca juga: 6 Jenis Penyakit Jantung dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini adalah beberapa gejala gagal jantung yang perlu diwaspadai:

  • Kelelahan yang berlebihan
  • Kenaikan berat badan tiba-tiba
  • Kehilangan nafsu makan
  • Batuk terus-menerus
  • Denyut nadi tidak teratur
  • Palpitasi jantung
  • Perut bengkak
  • Sesak napas
  • Kaki dan pergelangan kaki bengkak
  • Vena leher menonjol

Penyebab gagal ganjung

Melansir American Heart Association, terdapat sejumlah hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal jantung.

Beberapa di antaranya bisa hadir tanpa disadari.

Baca juga: 8 Makanan Penurun Kolesterol untuk Cegah Penyakit Jantung Koroner

Kondisi itu yang jelas dapat menimbulkan "keausan" fungsi jantung dan menyebabkan gagal jantung.

Berikut ini adalah beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menjadi penyebab gagal jantung untuk diwaspadai:

1. Penyakit arteri koroner

Ketika kolesterol dan timbunan lemak menumpuk di arteri jantung, lebih sedikit darah yang bisa mencapai otot jantung.

Penumpukan ini dikenal sebagai aterosklerosis.

Akibatnya, mungkin terjadi nyeri dada (angina) atau jika aliran darah terhambat total, bisa berupa serangan jantung.

Penyakit arteri koroner juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan gagal jantung seiring waktu.

2. Serangan jantung masa lalu (infark miokard)

Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah ke otot jantung tersumbat.

Terhambatnya suplai oksigen dan nutrisi ini alhasil dapat merusak jaringan otot jantung yang sebagian darinya pada dasarnya "mati".

Jaringan jantung yang rusak juga tidak berkontraksi, yang melemahkan kemampuan jantung untuk memompa darah.

Baca juga: Kenali Gejala Anemia yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak

3. Tekanan darah tinggi ( hipertensi)

Hipertensi yang tidak terkontrol adalah faktor risiko utama untuk mengembangkan gagal jantung.

Ketika tekanan di pembuluh darah terlalu tinggi, jantung harus memompa lebih keras dari biasanya untuk menjaga sirkulasi darah.

Kondisi ini pada akhirnya membebani jantung, dan seiring berjalannya waktu bilik jantung menjadi lebih besar dan lebih lemah.

Bagi orang yang berisiko mengalami gagal jantung, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah di bawah 130/80 mm Hg.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

4. Katup jantung yang tidak normal

Masalah katup jantung dapat disebabkan oleh penyakit, infeksi (endokarditis), atau cacat sejak lahir.

Ketika katup tidak membuka atau menutup sepenuhnya setiap detak jantung, otot jantung harus memompa lebih keras agar darah tetap bergerak.

Jika beban kerja menjadi terlalu berat, akibatnya adalah gagal jantung.

5. Penyakit otot jantung (kardiomiopati dilatasi, kardiomiopati hipertrofik) atau peradangan (miokarditis)

Kerusakan apa pun pada otot jantung, baik karena penggunaan obat atau alkohol, infeksi virus, maupun alasan yang tidak diketahui dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

6. Cacat jantung sejak lahir (penyakit jantung bawaan)

Jika jantung dan biliknya tidak terbentuk dengan normal atau benar, bagian yang sehat harus bekerja lebih keras untuk mengimbanginya.

7. Penyakit paru-paru berat

Ketika paru-paru tidak bekerja dengan baik, jantung harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang tersedia ke seluruh tubuh.

Jika kondisi ini terus terjadi, bisa menyebabkan gagal jantung.

Baca juga: 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik

8. Diabetes

Diabetes dapat meningkatkan risiko terkena gagal jantung.

Orang dengan diabetes cenderung mengembangkan hipertensi dan aterosklerosis dari peningkatan kadar lipid dalam darah.

Baik hipertensi dan aterosklerosis telah dikaitkan dengan gagal jantung.

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

9. Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras daripada orang yang tidak obesitas.

Obesitas juga merupakan penyebab sleep apnea dan dapat menyebabkan kardiomiopati.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

10. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang berpotensi mengancam nyawa.

Jeda saat bernapas dapat menyebabkan kelelahan yang parah di siang hari, meningkatkan risiko keselamatan Anda, dan membuat Anda sulit melakukan tugas yang membutuhkan fokus.

Sleep apnea juga merupakan faktor risiko masalah medis seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, diabetes dan stroke.

Dalam beberapa kasus, orang dengan gagal jantung mungkin perlu menggunakan mesin continuous positive airway pressure (CPAP).

Baca juga: Waspada, Mendengkur Bisa Jadi Tanda Sumbatan Jalan Napas

11. Kondisi medis lain

Meski jarang, jantung yang sehat mungkin saja untuk sementara waktu tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh.

Ini dapat terjadi pada orang yang memiliki:

  • Jumlah sel darah merah rendah (anemia parah)

Ketika tidak ada cukup sel darah merah untuk membawa oksigen, jantung mencoba untuk memindahkan sejumlah kecil sel dengan detak jantung yang lebih cepat.

Itu bisa menjadi beban berat karena usaha.

  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

Kondisi ini menyebabkan tubuh bekerja lebih cepat, dan jantung dapat bekerja terlalu keras untuk mengimbangi.

  • Irama jantung yang tidak normal ( aritmia atau disritmia)

Saat jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur, jantung mungkin tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh.

Dalam kasus ini, orang tersebut mungkin mengalami gejala gagal jantung sampai masalah yang mendasarinya diidentifikasi dan diobati.

Baca juga: 15 Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Atasi Hipertensi


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X