Kompas.com - 13/10/2020, 19:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Demi mencegah penularan Covid-19, penggunaan tisu basah semakin marak.

Padahal, tidak semua jenis tisu basah bisa kita gunakan untuk membasmi virus corona.

Umumnya, ada tiga jenis tisu basah yang beredar di pasaran, yakni tisu sanitasi, tisu antibakteri, dan tisu disinfektan.

Lalu apa beda ketiga jenis tisu basah tersebut?

Tisu sanitasi hanya bertujuan untuk mengurangi jamur, virus, dan bakteri. Tisu jenis ini tidak bisa secara efektif untuk membunuh patogen penyebab penyakit. Akan tetapi, jenis tisu ini bisa digunakan pada permukaan benda dan kulit.

Contoh jenis tisu sanitasi, antara lain tisu basah khusus bayi atau baby wipes dan cleansing wipes atau tisu pembersih riasan wajah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cara Menggunakan Tisu Basah Antiseptik Agar Efektif Basmi Kuman

Sementara itu, tisu antibakteri berguna untuk membunuh bakteri tetapi tak bisa digunakan untuk membunuh virus.

Sedangkan jenis tisu yang paling efektif untuk membunuh bakteri dan virus, termasuk virus corona, adalah tisu disinfektan.

Namun, penggunaan tisu ini harus berhati-hati karena kandungan bahan kimianya yang keras.

Tips aman memakai tisu disinfektan

Memang memakai tisu disinfektan sangat praktis untuk membersihkan permukaan benda atau tangan yang berpotensi terkontaminasi virus corona.

Menurut spesialis penyakit menular dari Cleveland Clinic, Carla McWilliams, tisu desinfektan sekali pakai memang dirancang untuk membunuh virus dan bakteri.

Namun, tisu tersebut hanya efektif untuk permukaan benda keras seperti gagang pintu, remote televisi, atau kalkulator.

"Tisu desinfektan tidak bisa bekerja maksimal pada permukaan benda yang lebut seperti pakaian atau kain," ucap dia.

Selain itu, bahan yang digunakan untuk membasmi kuman dan virus pada tisu desinfektan adalah pestisida kimiawi, yang bisa berbahaya untuk kulit.

"Penggunaan pestisida memang bisa memiliki efek samping tetapi kita tak perlu khawatir. Pastikan tisu desinfekta yang kita gunakan telah dijamin keamanannya oleh badan yang berwenang," tambah McWilliams.

Kita juga tidak boleh menggunakan tisu tersebut untuk membersihkan makanan. Hal paling penting adalah menggunakan tisu disinfektan sesuai petunjuk.

Berikut tips aman memakai tisu desinfektan:

1. Periksa label

Pastikan bahan yang terkandung dalam tisu desinfektan telah terjamin keamanannya dan disetujui oleh badan yang berwenang. Pasalnya, tidak semua disinfektan aman untuk manusia.

2. Gunakan sesuai petunjuk

Setiap jenis bahan kimia dalam desinfektan memiliki efek yang berbeda-beda.

Dalam kebanyakan kasus, kita juga perlu memakai sarung tangan untuk melindungi kulit agar tidak terkena efek dari bahan kimia yang terkandung.

Itu sebabnya, kita perlu membaca petunjuk dalam kemasan untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Baca juga: Tips Membersihkan Berbagai Jenis Masker untuk Cegah Infeksi Corona

3. Bersihkan kotoran yang terlihat lebih dahulu

Gunakan lap yang telah diabsahi sabun dan air untuk membersihkan kotoran yang nampak.

Setelah itu, kita bisa mengaplikasikan tisu desinfektan untuk membasmi virus dan bakteri yang masih tertinggal di permukaan benda.

4. Jangan langsung menyentuh permukaan yang telah dibersihkan

Bahan-bahan dalamt isu desinfektan memerlukan waktu tertentu untuk bekerja maksimal.

Jadi, jangan langsung menyentuh area yang telah dibersihkan dengan tisu desinfektan.

Setelah menunggu beberapa saat, kita bisa membilas sisa-sisa cairan desinfektan yang tertinggal agar tidak menjadi racun.

Langkah ini juga menjadi bagian penting karena sisa cairan disinfektan bisa menjadi racun berbahaya yang mengakibatkan efek samping berikut:

  • batuk
  • iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru
  • mual
  • radang paru-paru
  • kesulitan bernapas.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Anemia
Anemia
PENYAKIT
Nyeri Mata
Nyeri Mata
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.