4 Gejala Awal Gangguan Pendengaran akibat Penggunaan Headset

Kompas.com - 21/10/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi penggunaan headset ShutterstockIlustrasi penggunaan headset

KOMPAS.com – Mendengarkan musik ataupun suara film melalui headset atau earphone kini telah menjadi kebiasaan banyak orang, khususnya di kalangan generasi muda.

Pada umumnya, setiap produsen headset tentu sudah menciptakan produk yang aman dan nyaman bagi telinga.

Namun, bukan berarti itu aman sepenuhnya bagi kesehatan telinga ketika digunakan.

Baca juga: Infeksi Telinga: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

Penggunaan headset dalam jangka panjang bisa menjadi masalah jika sering dipakai dengan durasi yang lama dan volume yang keras.

Awal 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa 1,1 miliar orang muda mempunyai risiko kehilangan pendengaran karena alat audio pribadi dan kebisingan suara di tempat-tempat hiburan, seperti diskotek dan konser musik yang tingkat kebisingan dapat mencapai 120 dB selama berjamjam.

Dilaporkan 1 dari 5 remaja Amerika Serikat sudah menderita gangguan pendengaran.

Gangguan pendengaran di kalangan remaja saat ini adalah sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Merangkum Osteopathic.org, seseorang masih aman mendengarkan suara di headset sampai 85 desibel (dB) sepanjang hari atau delapan jam.

Intensitas suara itu kira-kira setara dengan suara lalu lintas kota yang bising.

Jika mendengarkan melebihi angka itu, kemampuan pendengaran seseorang bisa terancam.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X