Kompas.com - 23/10/2020, 19:34 WIB
Ilustrasi serangan jantung Dok. ShutterstockIlustrasi serangan jantung

KOMPAS.com - Serangan jantung merupakan salah satu keadaan darurat medis. Kondisi ini dianggap menakutkan banyak orang karena bisa terjadi sewaktu-waktu.

Serangan jantung sendiri terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke jantung.

Dalam istilah medis, serangan jantung juga dikenal sebagai infark miokardial.

Baca juga: Mengenal Serangan Jantung Widowmaker dan Cara Mencegahnya

Pada 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa lebih dari 17 juta orang di Dunia meninggal akibat serangan jantung.

Namun, fakta yang paling meresahkan dari kondisi ini adalah banyak orang tidak melindungi diri mereka untuk menghindarinya.

Dikutip dari Heart.org, salah satu kontributor terbesar dari kondisi ini adalah kurangnya komitmen terhadap gaya hidup sehat jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gaya hidup adalah pertahanan terbaik untuk mencegah berbagai penyakit jantung dan stroke.

"Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular adalah cara terbaik untuk mencegah serangan jantung," kata Dr. Deepak L. Bhatt, direktur irektur eksekutif program kardiovaskular intervensi di Brigham yang berafiliasi dengan Harvard dan Pusat Jantung & Vaskular Rumah Sakit Wanita dikutip dari health.harvard.edu.

Ini artinya, mengubah gaya hidup menjadi cara paling mudah untuk mencegah serangan jantung. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan adalah:

1. Berhenti/tidak merokok

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, yang lama kelamaan dapat merusak jantung dan pembuluh darah Anda.

Bahkan jika Anda telah berhenti bertahun-tahun yang lalu, kesehatan jantung Anda masih berisiko. Hal ini bergantung pada seberapa sering merokok dan berapa lama Anda berhenti.

Kabar buruknya, bukan hanya perokok aktif saja yang berisiko menurunkan kesehatan jantung.

Baca juga: Mungkinkah Stres Picu Serangan Jantung?

Bagi perokok pasif atau orang yang kerap terkena paparan asap rokok orang lain juga dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit kardiovaskular sebesar 25 hingga 30 persen, menurut penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

2. Menjaga kadar kolesterol

Menjaga kadar kolesterol tetap terkontrol juga perlu Anda lakukan jika ingin terhindar dari serangan jantung.

Semakin banyak kolesterol low-density lipoprotein (LDL) yang mengambang di sekitar aliran darah meningkatkan kemungkinan pengendapan di dalam arteri koroner.

Endapan lemak ini kemudian akan menjadi plak yang membatasi aliran darah.

Kondisi ini bisa menjadi lebih parah jika plak pecah dan mendorong pembentukan gumpalan darah.

Jika sudah begini, probabilitas serangan jantung meningkat bahkan hingga berpotensi fatal.

3. Kelola tekanan darah

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.

Menjaga tekanan darah tetap berada di bawah 120/80 mmHg dapat menurunkan risiko serangan jantung.

Mengurangi asupan garam menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan. Terlalu banyak natrium dalam darah dapat membebani ginjal untuk membuangnya.

Hal ini akan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Baca juga: 4 Gejala Awal Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai

4. Tidur

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung.

Melansir dari Business Insider, orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam dalam semalam lebih rentan mengalami penyakit terkait jantung seperti serangan jantung dan stroke.

Sebuah penelitian yang terbit dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2019 menemukan oranh yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko serangan jantung yang meningkat hingga 20 persen.

Meski begitu, tidur berlebihan juga tidak dianjurkan.

Dalam penelitian yang sama menemukan orang dengan kebiasaan tidur lebih dari 9 jam semalam mengalami peningkatan risiko serangan jantung hingga 34 persen.

5. Manajemen stres

Stres kronis dapat meningkatkan peradangan pada tubuh kita. Ini juga berarti dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol baik HDL.

Kondisi-kondisi di atas dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Hal ini berkaitan dengan stres kronis membuat seseorang cenderung melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, makan makanan berlemak, hingga konsumsi alkohol.

Baca juga: Waspada, Serangan Jantung Diam-diam yang Kerap Menyerang Pria

6. Menjaga pola makan dan berat badan

Pola makan sehat adalah salah satu kunci untuk menjaga kondisi jantung tetap optimal.

Apa yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi faktor risiko terkontrol seperti kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan kelebihan berat badan.

Pilihlah makanan kaya nutrisi yang mengandung vitamin, mineral, serat, dan rendah kalori.

Cara ini membantu Anda juga untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Berat badan yang sehat dapat menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko serangan jantung.

Sebaliknya, obesitas akan menempatkan Anda pada risiko kolesterol dan tekanan darah tinggi yang membuat rentan serangan jantung.

7. Berolahraga

Gaya hidup aktif adalah salah satu hal yang bisa Anda usahakan untuk mencegah serangan jantung.

Menurut penelitian yang dilakukan pada 20.000 pria Swedia menemukan bahwa olahraga teratur dapat mengurangi risiko serangan jantung sebesar 3 persen.

Menurut laman John Hopkins Medicine, olahraga seperti aerobik lebih baik untuk mendapatkan mandaat tersebut. Itu karena jenis olahraga ini dapat mengurangi tekanan darah dan detak jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lemah Jantung
Lemah Jantung
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.