Kompas.com - 06/11/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah kondisi yang muncul ketika pasokan aliran darah ke organ vital manusia ini terhambat.

Tanpa pasokan darah tersebut, otot jantung bisa rusak dan lambat laun tidak bisa diperbaiki.

Apabila otot jantung sudah rusak, jantung bisa berhenti berdetak dan bisa berdampak fatal sampai menyebabkan kematian.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Dalam dunia kesehatan, serangan jantung dikenal dengan infark miokard.

Melansir Mayo Clinic, beberapa gejala serangan jantung antara lain:

  • Dada terasa sakit, tertekan, sesak, atau seperti diremas
  • Rasa sakit dari dada atau lengan bisa menjalar ke leher, rahang, atau punggung
  • Mual, ada gangguan pencernaan, perut atas seperti terbakar, sakit perut
  • Sesak napas
  • Keluar keringan dingin
  • Kelelahan
  • Kepala pusing tiba-tiba dan terasa ringan

Apabila mengalami gejala serangan jantung di atas, segera bawa penderita ke rumah sakit.

Baca juga: Bagaimana Gangguan Tiroid bisa Memengaruhi Penyakit Jantung?

Banyak hal bisa menjadi penyebab serangan jantung, berikut beberapa di antaranya:

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah penyebab serangan jantung yang utama.

Melansir NHS, penyakit jantung koroner adalah kondisi saat arteri koroner atau pembuluh darah utama pemasok darah ke jantung tersumbat oleh timbunan kolesterol.

Endapan ini dikenal sebagai plak. Sebelum serangan jantung, salah satu plak pecah dan memicu pembekuan darah di lokasi plak yang pecah.

Gumpalan darah itu menghalangi suplai darah ke jantung dan memicu serangan jantung.

Selain kolesterol tinggi, seseorang lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner apabila:

  • Merokok
  • Gemar mengonsumsi makanan tinggi lemak tak sehat
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelebihan berat badan

Baca juga: Sakit Dada Tak Selalu Tanda Penyakit Jantung, Berikut Ciri-cirinya

2. Penyalahgunaan narkoba

Ilustrasi serangan jantung pada wanita Ilustrasi serangan jantung pada wanita
Konsumsi narkoba seperti kokain, amfetamin, sampai methamphetamine juga bisa jadi penyebab serangan jantung.

Narkoba bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri koroner.

Dampaknya, pasokan darah ke jantung berkurang dan rentan memicu serangan jantung.

3. Kekurangan oksigen dalam darah

Hipoksia atau kekurangan oksigen dalam darah merupakan salah satu penyebab serangan jantung.

Kadar oksigen dalam darah dapat menurun karena keracunan karbon monoksida atau menurunnya fungsi paru-paru.

Dampaknya, jantung akan menerima darah minim oksigen, otot jantung rusak, serta memicu serangan jantung.

Baca juga: Kenali Jantung Berdebar Gejala Penyakit Jantung Takikardia

4. Bangun tidur

Melansir Harvard Health Publishing, bangun tidur bisa memicu serangan jantung. Tak pelak, banyak serangan jantung banyak terjadi di pagi hari.

Kondisi ini bisa dipengaruhi hormon stres yang disiapkan tubuh sesaat sebelum seseorang bangun tidur.

Hormon ini bertugas memberikan sinyal pada pembuluh darah agar jantung berdetak lebih cepat, menaikkan tekanan darah, agar tubuh bersiap bangun tidur.

5. Aktivitas fisik berat

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Penyebab serangan jantung lainnya yakni aktivitas fisik berat seperti mengangkat beban terlalu berat, lari jarak jauh, kerja lembur minim jeda, dll.

Kendati aktivitas fisik berat bisa memicu serangan jantung, tapi bukan berarti Anda jadi punya alasan untuk setop berolahraga.

Faktanya, olahraga rutin sesuai kemampuan tubuh terbukti bisa mencegah penyakit jantung, termasuk serangan jantung.

Baca juga: Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Jantung

6. Marah

Emosi dan marah juga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Menurut penelitian, marah bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung antara sembilan sampai 14 kali lipat lebih tinggi.

Para ahli mengungkapkan, marah bisa menyebabkan serangan jantung karena emosi ini bekerja mirip alat pacu jantung.

Sehingga, saat sedang emosi atau marah, ritme jantung seseorang jadi kacau dan tak beraturan.

7. Bencana alam dan perang

Penelitian juga mengungkapkan, bencana alam dan perang bisa jadi penyebab serangan jantung.

Peristiwa tidak menyenangkan tersebut bisa memicu stres, tekanan darah melonjak tiba-tiba, jantung berdetak lebih kencang, sampai memicu serangan jantung.

Hormon stres yang mengalir ke aliran darah bisa berdampak buruk pada jantung, terutama pada orang yang punya timbunan plak di pembuluh darah arteri jantungnya.

Baca juga: 7 Perbedaan Gejala Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

8. Perubahan cuaca ekstrem

Ilustrasi dampak perubahan iklim.picture alliance/Bildagentur-online Ilustrasi dampak perubahan iklim.
Perubahan cuaca ekstrem bisa menyebabkan serangan jantung pada sebagian orang.

Penelitian melaporkan, gelombang cuaca panas terbukti meningkatkan kematian akibat serangan jantung.

Demikian juga dengan cuaca dingin ekstrem yang dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah.

9. Polusi udara

Polusi udara merupakan salah satu penyebab serangan jantung yang jarang tapi terkadang dialami sebagain orang.

Menghirup udara kotor dari knalpot mobil, bus, truk, atau asap buangan pabrik dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Apakah Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

10. Infeksi virus dan bakteri

Penyebab serangan jantung lainnya yakni infeksi virus dan bakteri.

Beberapa penyakit akibat infeksi yang bisa memicu serangan jantung di antaranya pneumonia, flu, infeksi saluran pernapasan atas, sampai infeksi saluran kencing.

11. Aktivitas seksual

Ilustrasipexels Ilustrasi
Sejumlah orang juga mengalami serangan jantung setelah melakukan aktivitas seksual.

Jenis aktivitas seksual yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung adalah seks dengan pasangan baru atau seks kilat.

Baca juga: 3 Ciri-ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Selain Nyeri Dada

12. Pemicu lainnya

Selain penyebab serangan jantung di atas, penyakit jantung ini juga bisa disebabkan sedih, kurang tidur, sampai stres.

Makan berlebihan terutama yang banyak mengandung lemak dan karbohidrat juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Makanan tersebut bisa mengganggu kemampuan pembuluh darah untuk rileks dan membuat darah menggumpal.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X