Kompas.com - 02/12/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi kacamata photochromic All About Vision Ilustrasi kacamata photochromic

KOMPAS.com - Bagi orang yang sehari-hari menggunakan kacamata, aktivitas di luar ruangan boleh jadi sesuatu yang tak praktis.

Pasalnya, mereka perlu menyiapkan kacamata hitam atau sunglass untuk melindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, sekaligus membawa kacamata baca untuk keperluan sehari-hari.

Salah satu alternatif agar lebih praktis dan tak perlu repot membawa kacamata dobel adalah menggunakan kacamata photochromic.

Baca juga: Pakai Kacamata Antiradiasi HP dan Komputer, Perlu atau Tidak?

Kacamata ini terlihat jernih saat digunakan di dalam ruangan, dan otomatis teduh atau gelap saat digunakan di luar ruangan yang terpapar sinar matahari.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait apa itu kacamata photochromic, fungsi, sampai plus minusnya.

Apa itu kacamata photochromic dan fungsinya

Kacamata photochromic adalah jenis kacamata dengan lensa transisi yang adaptif terhadap cahaya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Apa itu Kacamata Photochromic?
Kacamata photochromic berfungsi melindungi indra penglihatan dari efek buruk radiasi ultraviolet. Istimewanya, kacamata ini adaptif terhadap cahaya.
Bagikan artikel ini melalui

Lensa kacamata ini dapat membantu mata menghadapi kondisi cahaya yang berbeda sepanjang hari.

Melansir Eye Care Trust, fungsi kacamata photochromic utamanya untuk melindungi indra penglihatan dari efek buruk radiasi ultraviolet.

Seperti diketahui, paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang berlebihan dapat merusak bagian kornea dan konjungtiva mata.

Efek buruk radiasi ultraviolet ini bisa menyebabkan penyakit katarak sampai kanker mata.

Kacamata photochromic yang baik dapat memblokir 100 persen sinar matahari, sekaligus bisa beradaptasi dengan perubahan cahaya dan gelap dalam hitungan detik.

Baca juga: Pakai Masker Bikin Kacamata Berembun? Begini Cara Mengatasinya...

Kacamata hitam biasa sebenarnya juga dapat memberikan kenyamanan pada pada saat situasi sangat panas. Namun, kacamata ini kurang nyaman digunakan untuk cahaya yang berubah-ubah.

Menurut American Academy of Ophthalmology, lensa photochromic sudah ditemukan sejak beberapa dekade lalu.

Dulunya, lensa kacamata ini pilihannya masih terbatas dengan warna abu-abu. Seiring perkembangan teknologi, kini lensa photochromic tersedia dalam berbagai warna lensa.

Lensa kacamata photochromic awalnya dibuat dari perak klorida atau perak halida. Kini, sebagian besar lensanya dibuat dengan pewarna khusus yang dapat bereaksi saat terkena sinar UV.

Kacamata photochromic biasanya tidak bisa menjadi lebih gelap saat berada di dalam kendaraan. Hal itu disebabkan kaca depan kendaraan menghalangi sebagian besar sinar UV yang masuk.

Tapi, sejumlah pabrik kini merilis kacamata photochromic yang tetap aktif saat digunakan di dalam kendaraan.

Baca juga: 7 Alasan Medis Mata Kedutan Bisa Jadi Pertanda Apa

Siapa yang perlu menggunakan kacamata photochromic?

Orang yang beraktivitas di luar ruangan dan di dalam ruangan perlu menggunakan kacamata ini agar praktis dan nyaman.

Misalkan pemain golf, tenis, sampai guru sekolah yang kerap berada di luar ruangan.

Sedangkan orang yang terpapar panas ekstrem dan tingkat UV yang tinggi lebih memerlukan kacamata hitam dengan proteksi maksimal ketimbang kacamata photochromic.

Namun untuk aktivitas sehari-hari, kacamata dengan lensa photochromic sudah cukup untuk melindungi mata saat berada di luar ruangan.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pusar Sakit
Pusar Sakit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.