Kompas.com - 02/12/2020, 14:04 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19 (tes cepat Covid-19). SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19 (tes cepat Covid-19).

KOMPAS.com – Apakah Anda termasuk salah satu orang yang menganggap rapid test tidak akurat dalam mendeteksi Covid-19?

Mungkin Anda berpikir demikian setelah pernah mengalami sendiri atau mendengar informasi mengenai beda tempat rapid test beda juga hasilnya padahal dilakukan dalam waktu yang tidak terpaut lama.

Misalnya, Anda mendapati hasil rapid test di klinik A ternyata reaktif, kemudian mencoba di klinik B ternyata hasilnya non-reaktif.

Baca juga: Jangan Keliru, Hasil Rapid Test Non-Reaktif Belum Tentu Negatif Covid-19

Jika iya, sebaiknya simak penjelasakan Wakil Direktur Penelitian dan Pendidikan sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo/RS UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK., Phd., berikut ini.

Dia berpendapat, anggapan rapid test tidak akurat adalah salah satu di antara beberapa kesalahan besar kita dalam menangani Covid-19 di Indonesia.

Penyebabnya adalah saking banyaknya merek alat rapid test di pasaran, ditambah aturan yang tidak cermat, dan pembiaran berbulan-bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadilah muncul salah kaprah yang sangat salah, yakni rapid test untuk Covid-19 itu tidak akurat,” tutur dia dalam pesan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Menurut dia, awalnya dulu, anggapan ini muncul karena sering terjadi kondisi atau pertanyaan, “rapid test-nya negatif, tapi di-swab kok positif?”. Yang dimaksud di sini, rapid test antibodi atau tes antibodi dan polymerase chain reaction (PCR) atau bukan swab, karena swab adalah pengambilan sampelnya.

“Sebenarnya, bukan pemeriksaannya yang salah. Tapi, kita yang salah dalam memahaminya. Memang ada tempatnya masing-masing,” terang dia.

dr. Tonang menerangkan, tes antibodi dan PCR itu beda targetnya atau beda tujuannya. Jadi, tidak bisa dibanding-bandingkan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X