Kompas.com - 04/12/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi sariawan ShutterstockIlustrasi sariawan

Rasa sakit yang sangat berdenyut pada gigi atau gusi yang terkena, yang mungkin datang tiba-tiba dan semakin memburuk

  1. Nyeri yang menyebar ke telinga, rahang, dan leher di sisi yang sama dengan gigi atau gusi yang terkena
  2. Nyeri yang semakin parah saat berbaring, yang dapat mengganggu tidur
  3. Kemerahan dan bengkak di pipi atau wajah
  4. Gigi berubah warna atau longgar mau lepas
  5. Gusi mengkilat, merah, dan bengkak
  6. Kepekaan terhadap makanan dan minuman panas atau dingin
  7. Bau mulut atau rasa tidak enak di mulut

Jika infeksi menyebar, penderita mungkin juga mengalami suhu tinggi (demam) dan merasa tidak enak badan.

Dalam kasus yang parah, penderita mungkin juga merasa sulit untuk membuka mulut sepenuhnya dan kesulitan menelan atau bernapas.

Baca juga: 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Lantas, kapan harus ke dokter?

Melansir Mayo Clinic, temui dokter gigi Anda segera jika Anda memiliki tanda atau gejala abses gigi.

Jika Anda mengalami demam dan bengkak di wajah dan Anda tidak dapat menghubungi dokter gigi, pergilah ke ruang gawat darurat.

Anda juga perlu pergi ke ruang gawat darurat apabila mengalami kesulitan bernapas atau menelan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala ini mungkin menunjukkan bahwa infeksi telah menyebar lebih dalam ke rahang dan jaringan sekitarnya atau bahkan ke area lain di tubuh Anda.

Melansir Health Line, jika abses pecah, rasa sakitnya memang bisa berkurang secara signifikan. Namun, pada kenyatannya Anda masih memerlukan perawatan gigi oleh dokter gigi.

Jika abses tidak dibersihkan, infeksi dapat menyebar ke rahang dan area lain di kepala dan leher Anda.

Anda bahkan mungkin mengembangkan sepsis, yakni infeksi yang mengancam jiwa yang menyebar ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah dan Anda membiarkan abses gigi tidak diobati, risiko penyebaran infeksi akan semakin meningkat.

Baca juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.