Kompas.com - 25/12/2020, 06:01 WIB

KOMPAS.com - Propolis adalah zat mirip getah berwarna cokelat kehijauan yang dihasilkan lebah.

Tekstur lengket propolis ini berasal dari kombinasi getah tanaman atau pohon yang bercampur dengan lilin untuk pelapis sarang lebah.

Seperti madu, khasiat propolis juga telah dimanfaatkan sejak ribuan tahun silam untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: Bolehkah Minum Obat Setelah Minum Madu?

Dilansir dari Healthline, bangsa Yunani jamak menggunakan propolis untuk mengobati peradangan bernanah atau abses.

Sedangkan orang Asiria mengoleskan propolis untuk menyembuhkan luka dan melawan infeksi. Sementara itu, bangsa Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi.

Hal yang unik dari propolis, kandungan zat ini sangat bervariasi, tergantung lokasi lebah, pohon, dan bunga inang yang diisap.

Misalkan propolis asal Eropa, susunan kimiawinya tidak sama dengan propolis asal Amerika Serikat (AS).

Peneliti hingga kini telah mengidentifikasi lebih dari 300 senyawa dalam propolis. Dari jumlah tersebut, mayoritas senyawanya berbentuk polifenol jenis flavonoid.

Polifenol adalah antioksidan yang ampuh dalam melawan penyakit dan kerusakan di dalam tubuh.

Sebagai antioksidan flavonoid, propolis disebut potensial sebagai zat antibakteri, antivirus, antijamur, dan antiperadangan.

Baca juga: 10 Manfaat Madu untuk Kesehatan Tubuh

Kendati khasiat propolis sekilas menjanjikan, tapi studi zat ini masih terbatas. Berikut beberapa manfaat propolis untuk kesehatan menurut sejumlah penelitian:

1. Membantu mengatasi herpes

 .ISTOCKPHOTO/CHERRIESJD .
Melansir Verywell Health, penelitian menyebutkan, mengoleskan propolis ke luka herpes dapat membantu memperceptan penyembuhan.

Studi pada 2010 menemukan, ekstrak propolis memiliki khasiat melawan virus, terutama virus herpes simpleks tipe 1 biang penyakit herpes yang menyerang bibir dan wajah.

Selain itu, manfaat propolis juga membantu mengobati luka pada herpes kelamin.

Bahkan, ada satu penelitian yang menyebut salep dengan kandungan flavonoid propolis lebih ampuh menyembuhkan luka melepuh herpes kelamin ketimbang salep herpes biasa.

Baca juga: Kenapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tak Boleh Diberi Madu?

2. Mempercepat penyembuhan luka bakar

Manfaat propolis lainnya yakni membantu proses penyembuhan luka bakar ringan.

Peneliti pernah membandingkan efek krim berbasis propolis dengan obat luka bakar yang mengandung perak sulfadiazin.

Hasil studi menunjukkan, propolis sama efektifnya dengan obat untuk mengatasi luka bakar derajat dua dan tiga itu.

Riset tersebut juga membuktikan, propolis ternyata lebih ampuh mengatasi peradangan ketimbang obat luka bakar berbasis perak sulfadiazin.

Baca juga: Kapan Madu Boleh Diberikan pada Bayi?

3. Potensial mengatasi gangguan pencernaan

Ilustrasi asam lambungEmily Frost Ilustrasi asam lambung
Sejumlah ahli telah membuktikan, manfaat propolis berguna untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti kolitis ulserativa sampai maag.

Kandungan zat caffeic acid phenethyl ester (CAPE), artepillin, kaempferol, dan galangin dalam propolis terbukti efektif melawan patogen, termasuk H. pylori biang gangguan pencernaan.

Namun, perlu diingat penelitian ini masih terbatas pada studi hewan dan kultur sel. Diperlukan studi lanjutan untuk menguji efektivitasnya pada manusia.

Baca juga: Madu buat Mengatasi Asam Lambung: Manfaat dan Cara Menggunakan

4. Membantu mencegah gigi berlubang

Senyawa yang terdapat dalam propolis dapat membantu melawan gigi berlubang.

Dalam uji laboratorium, ahli menemukan kegunaan propolis dapat menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus.

Kuman ini adalah bakteri mulut biang gigi berlubang yang biasanya menempel pada gigi.

Baca juga: Kenali Gejala Alergi Madu dan Cara Mengatasinya

5. Menjaga kadar gula darah penderita diabetes

Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetesSHUTTERSTOCK/Proxima Studio Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes
Potensi manfaat propolis lainnya yakni menjaga kadar gula darah dan menurunkan kolesterol penderita diabetes.

Studi pada hewan pada 2005 lalu menunjukkan, tikus yang diberi propolis kadar gula dan kolesterolnya turun.

Namun, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menguji potensi manfaat propolis terkait gula darah pada manusia.

Propolis umumnya aman dikonsumsi dan tidak berisiko tinggi. Namun, orang yang alergi madu dan anak di bawah satu tahun perlu berhati-hati sebelum mengonsumsi propolis.

Selain itu, orang yang mengonsumsi propolis dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Gejala alerginya bisa muncul masalah kulit seperti jerawat atau eksim.

Agar lebih aman, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi propolis. Terutama bagi orang dengan riwayat alergi madu, penderita asma, serta bagi anak bayi di bawah usia satu tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.