Kompas.com - 30/12/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi bells palsy Shutterstock/jaojormamiIlustrasi bells palsy

KOMPAS.com - Bell’s palsy adalah kelumpuhan otot wajah yang umumnya memengaruhi salah satu sisi wajah.

Sebelah wajah penderita bell’s palsy bisa mengalami lumpuh atau menjadi kaku.

Tidak seperti stroke, gangguan saraf ini muncul secara bertahap dan dapat memburuk dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.

Baca juga: Kenali Apa itu Bells Palsy yang Sekilas Mirip Gejala Stroke

Menurut NHS, bell’s palsy dapat menyerang setiap orang, termasuk anak-anak. Umumnya penyakit ini dialami orang berusia 15 sampai 60 tahun.

Penyakit ini rentan dialami ibu hamil, penderita diabetes, influenza, dan penyakit pernapasan lainnya.

Melansir WebMD, gejala bell’s palsy di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Salah satu sisi wajah lemah, terkulai, atau kaku
  • Separuh bagian wajah susah memejamkan mata
  • Sebelah bagian wajah lumpuh total
  • Ngiler
  • Nyeri di rahang atau belakang telinga
  • Sakit kepala
  • Lidah kurang peka
  • Mata dan mulut kering
  • Telinga berdenging
  • Susah bicara
  • Susah makan dan minum

Gejala bell’s palsy umumnya membaik setelah tiga minggu. Terkadang proses pemulihannya memakan waktu tiga sampai enam bulan.

Baca juga: Stres Dapat Menyebabkan Stroke, Kok Bisa?

Penyebab bell’s palsy

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, para ahli menyebut bell’s palsy disebabkan kerusakan saraf wajah, tepatnya saraf kranial ketujuh.

Kerusakan saraf ini menyebabkan peradangan yang memengaruhi saraf yang mengendalikan beberapa bagian wajah seperti bagian mata, air liur, indra perasa, sampai ke dekat telinga.

Beberapa faktor risiko yang bisa jadi penyebab bell’s palsy di antaranya:

  1. Diabetes
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Cedera di wajah
  4. Keracunan
  5. Penyakit Lyme
  6. Sindrom Guillain-Barré
  7. Sarkoidosis
  8. Myasthenia gravis
  9. Multiple sclerosis
  10. Infeksi virus seperti herpes simplex, herpes zoster, mononukleosis, flu, meningitis

Baca juga: 10 Penyebab Stroke dan Faktor Risikonya

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.