Kompas.com - 20/01/2021, 08:04 WIB
Ilustrasi asam lambung, GERD shutterstockIlustrasi asam lambung, GERD

KOMPAS.com – Refluks asam lambung adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan, yakni saluran yang menghubungkan mulut ke perut.

Kebanyakan orang mengalami refluks ringan dari waktu ke waktu. Risiko komplikasi umumnya rendah jika refluks ringan.

Sebaliknya, refluks asam lambung yang sering terjadi dapat menjadi tanda dari suatu kondisi yang dikenal sebagai penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).

Meskipun GERD sendiri bukan kondisi yang mengancam nyawa, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dan komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Gejala GERD

Melansir Mayo Clinic, refluks asam ringan atau sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun dapat menyebabkan ketidaknyamanan sementara, hal itu tidak menimbulkan risiko kesehatan yang besar.

Orang yang mengalami refluks asam lambung lebih dari dua kali seminggu mungkin menderita GERD, suatu kondisi yang berhubungan dengan lebih banyak gejala dan komplikasi.

Gejala umum GERD di antaranya meliputi:

  • Bau mulut
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Heartburn
  • Gangguan pencernaan
  • Mual
  • Regurgitasi
  • Sakit tenggorokan

Baca juga: 10 Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Secara Alami

Komplikasi asam lambung

Melansir Health Line, dalam beberapa kasus, GERD dapat menyebabkan komplikasi.

Beberapa di antaranya bisa menjadi serius, terutama jika tidak ditangani.

Banyak dari komplikasi ini terkait satu sama lain.

Mari kita lihat lebih dekat beberapa masalah kesehatan yang lebih serius yang dapat muncul karena GERD.

1. Esofagitis

Refluks asam lambung yang sering terjadi dapat memicu peradangan di kerongkongan, suatu kondisi yang dikenal sebagai esofagitis.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Mag dengan Kunyit

Esofagitis membuat sulit menelan dan terkadang menyakitkan.

Gejala lainnya termasuk:

  • Sakit tenggorokan
  • Suara parau
  • Heartburn

Esofagitis kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan tukak dan striktur esofagus. Ini juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker esofagus.

2. Ulkus esofagus

Asam lambung dapat merusak lapisan esofagus, menyebabkan ulkus yang menyakitkan.

Jenis ulkus peptikum ini dikenal dengan nama tukak esofagus.

Ulkus esofagus dapat menyebabkan gejala, seperti:

  • Sensasi terbakar di area dada
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri saat menelan
  • Mual
  • Heartburn
  • BAB berdarah

Namun, tidak semua orang yang mengalami tukak esofagus memiliki gejala.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Jika tidak diobati, tukak esofagus dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti perforasi esofagus (lubang di esofagus) atau tukak berdarah.

3. Striktur esofagus

GERD yang tidak diobati dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal (neoplasia) di kerongkongan.

Akibatnya, kerongkongan bisa menjadi lebih sempit dan kencang.

Kondisi ini, yang dikenal sebagai striktur esofagus, sering kali membuat menelan sulit atau menyakitkan.

Kondisi ini juga dapat mempersulit makanan dan cairan untuk mengalir dari kerongkongan ke perut, dan pernapasan bisa terasa sesak.

Dalam beberapa kasus, makanan padat atau padat bisa tersangkut di kerongkongan.

Hal ini dapat meningkatkan risiko Anda tersedak.

Baca juga: 8 Gejala Awal Penyakit Pneumonia pada Anak

Selain itu, jika Anda tidak dapat dengan mudah menelan makanan dan cairan, ini dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi.

4. Pneumonia aspirasi

Asam lambung yang naik ke tenggorokan atau mulut bisa terhirup ke paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, infeksi paru-paru yang menyebabkan gejala seperti:

  • Demam
  • Batuk dalam
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Kelelahan
  • Perubahan warna biru pada kulit
  • Kematian

Pneumonia aspirasi dapat menjadi serius dan bahkan fatal jika tidak ditangani.

Perawatan biasanya melibatkan antibiotik dan, dalam kasus yang lebih parah, rawat inap dan perawatan suportif untuk pernapasan.

Baca juga: Kenali 11 Tanda Seseorang Mungkin Akan Meninggal Dunia

5. Barrett’s esophagus

Kerusakan yang berkelanjutan pada esofagus yang disebabkan oleh asam lambung dapat memicu perubahan sel pada lapisan esofagus.

Dengan Barrett’s esophagus, sel skuamosa yang melapisi esofagus bagian bawah digantikan oleh sel kelenjar.

Sel-sel ini mirip dengan sel yang melapisi usus.

Barrett’s esophagus berkembang pada sekitar 10 hingga 15 persen orang yang menderita GERD.

Kondisi ini cenderung memengaruhi pria hampir dua kali lebih sering daripada wanita.

Ada sedikit risiko bahwa sel kelenjar ini bisa menjadi kanker dan menyebabkan kanker esofagus.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter Ketika Sakit Tenggorokan?

6. Kanker esofagus

Orang yang menderita GERD berisiko sedikit lebih tinggi terkena jenis kanker esofagus tertentu yang dikenal sebagai adenokarsinoma esofagus.

Kanker ini menyerang bagian bawah kerongkongan, menyebabkan gejala seperti:

  • Kesulitan menelan
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Gangguan pencernaan yang parah
  • Mulas yang parah

Kanker esofagus sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Orang biasanya hanya memperhatikan gejala setelah kanker telah mencapai tahap yang lebih lanjut.

Selain GERD, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorag terkena kanker esofagus meliputi:

  • Menjadi laki-laki
  • Lebih tua dari 55
  • Menggunakan produk tembakau atau merokok
  • Minum alkohol secara teratur
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Pernah menjalani pengobatan radiasi ke dada atau perut bagian atas

Baca juga: Kanker Esofagus (Kerongkongan): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hipertensi
Hipertensi
PENYAKIT
Emfisema
Emfisema
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Health
Penis Bengkak

Penis Bengkak

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Health
Fibroadenoma

Fibroadenoma

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.