Kompas.com - 07/02/2021, 10:10 WIB
Keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin. Hormon ini bersifat merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. shutterstock.comKeadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin. Hormon ini bersifat merangsang timbulnya kontraksi pada rahim.

KOMPAS.com - Salah satu yang ditunggu para ibu hamil di pengujung kehamilan adalah munculnya kontraksi sebagai tanda persalinan sudah dekat.

Kendati sudah ada hari perkiraan lahir (HPL), kapan pastinya ibu hamil melahirkan tidak dapat diprediksi dengan pasti.

Tak pelak banyak ibu khawatir ketika kontraksi asli tanda persalinan tidak segera muncul di sekitar HPL.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Kontraksi Palsu pada Ibu Hamil

Para ibu hamil yang sedang dag-dig-dug menunggu persalinan tak perlu cemas berlebihan.

Jika usia kehamilan sudah memasuki 40 minggu, berikut sejumlah cara merangsang kontraksi agar bayi cepat lahir:

1. Berdiri dan jalan kaki ringan

Olahraga ringan menjelang persalinan seperti jalan kaki dapat melatih jantung, menghilangkan stres, dan meningkatkan kesiapan fisik ibu hamil.

Melansir Verywell Family, manfaat berdiri dan jalan kaki ringan menjelang persalinan juga membantu meningkatkan tekanan pada serviks dan mendorong bayi untuk turun ke panggul.

Selain membantu merangsang kontraksi, ibu hamil yang betah berdiri dan mau rajin jalan kaki umumnya menjalani proses persalinan yang lebih singkat dan rasa sakit saat kontraksi mau melahirkan jadi berkurang.

Baca juga: Tanda dan Penyebab Pendarahan Setelah Melahirkan yang Wajib Diwaspadai

2. Stimulasi payudara

Stimulasi payudara merupakan salah satu cara merangsang kontraksi agar bayi cepat lahir.

Strimulasi payudara dapat melepaskan hormon oksitosin. Seperti diketahui, kontraksi dapat terjadi saat ibu hamil melepaskan hormon oksitosin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Milia
Milia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.