Kompas.com - 19/02/2021, 06:15 WIB
Ilustrasi diabetes shutterstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Mengurangi asupan karbohidrat menjadi langkah penting untuk mengontrol gula darah.

Pasalnya, karbohidrat akan dicerna tubuh menjadi gula dalam tubub.

Akan tetapi, serat makanan, protein, dan kandungan lemak juga turut memengaruhi kadar gula darah.

Komponen nutrisi tersebut juga berperan dalam menetapkan indeks glikemik makanan, yang menjadi tolak ukur seberapa drastis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah.

Makanan dengan indeks glikemik rendah atau di bawah 55 berpengaruh signifikan pada kadar gula darah.

Baca juga: Bukan Karena Hal Gaib, Ini Penyebab Wanita Tidak Sadar Dirinya Hamil

Sementara itu, makanan dengan nilai indeks glikemik di atas 70 bisa memicu kenaikan gula darah drastis.

Berikut daftar makanan dengan indeks glikemik tinggi yang bisa memicu kenaikan gula darah:

1. Makanan mengandung karbohidrat olahan

Makanan yang mengandung biji-bijian putih, seperti roti putih, pasta, dan nasi adalah contoh sumber karbohidrat olahan.

Jenis makanan tersebut telah berkurang nilai seratnya selama proses pengolahan.

Akibatnya, makanan tersebut cepat dicerna tubuh dan menaikan gula darah secara drastis.

2. Minuman manis

Selain mengandung banyak gula, minuman manis seperti soda, es teh manis, dan bahkan jus buah hampir tidak mengandung protein, lemak, atau serat.

Terlebih lagi, minuman ini sebenarnya tidak membuat kita merasa kenyang.

Mengonsumsinya hanya akan meningkatkan gula darah. Jika haus, sebaiknya minum saja air putih.

3. Makanan cepat saji

Tidak hanya tinggi kalori dan lemak, makanan cepat saji seperti burger dan kentang goreng juga mengadung karbohidrat olahan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, karbohidrat olahan cepat dicerna tubuh yang mengakibatkan gula darah melonjak tajam.

4. Buah

Buah memang dapat meningkatkan kadar gula. Namun, jangan jadikan hal itu alasan untuk berhenti mengonsumsi buah.

Bagaimanapun juga, buah kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, dan serat, yang semuanya bagus untuk kesehatan dan pengelolaan gejala diabetes tipe 2.

Yang perlu kita lakukan hanyalah membatasi asupannya,bukan sama sekali berhenti mengonsumsinya.

Selain itu, pilih saja konsumsi buah segar yang belum dicampur gula tambahan.

Baca juga: Hindari Risiko Kontaminasi Silang, Ini Cara Tepat Membuang Masker

5. Sayuran mengandung zat tepung

Sayuran mengandung zat tepung seperti kentang dan jagung juga tinggi kandungan indeks glikemiknya.

Jenis sayuran tersebut juga mengandung karbohidrat tinffi dibandingkan sayuran lain seperti brokoli, kubis, dan selada.

Namun, jangan hindari untuk mengonsumsinya karena dalam sayuran tersebut masih terdapat nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Kita hanya perlu mengurangi asupan sayran bertepung, lalu konsumsi dengan makanan rendah indeks glikemik seperti protein tanpa lemak.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X