Kompas.com - 25/02/2021, 20:07 WIB
Ilustrasi Diy13/ThinkstockIlustrasi

KOMPAS.com - Fisura ani adalah istilah medis yang menggambarkan adanya robekan atau luka kecil di jaringan tipis dan lembab (mukosa) yang melapisi anus.

Fisura ani bisa terjadi saat seseorang mengeluarkan feses yang keras atau besar saat buang air besar (BAB).

Fisura ani biasanya menyebabkan nyeri dan pendarahaan saat BAB.

Baca juga: 14 Penyebab Anus Gatal dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan celah anus berukuran kurang dari 1 cm dan anus adalah bagian tubuh yang sangat sensitif.

Akibatnya, nyeri di daerah ini bisa menjadi cukup parah, bahkan hanya dengan robekan kecil.

Melansir Mayo Clinic, penderita fisura ani juga mungkin mengalami kejang pada cincin otot di ujung anus (sfingter anus).

Fisura anus sangat umum terjadi pada bayi muda, tetapi dapat menyerang orang dari segala usia.

Untungnya, kebanyakan fisura ani dapat membaik dengan perawatan sederhana, seperti peningkatan asupan serat dalam makanan atau mandi sitz bath, yakni mandi dengan merendam area genital di air hangat.

Gejala fisura ani yang perlu diwaspadai

Merangkum Medical News Today, sedikitnya ada empat tanda dan gejala utama fisura ani.

Ini termasuk:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X