Kompas.com - 15/01/2021, 14:07 WIB
Ilustrasi cokelat shutterstockIlustrasi cokelat

KOMPAS.com – Konstipasi atau sembelit adalah salah satu keluhan yang cukup sering dialami oleh banyak orang.

Kebiasaan buang air besar (BAB) masing-masing orang memang dapat berbeda-beda.

Sembelit terjadi ketika BAB terhambat tidak seperti biasanya.

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Sembelit merupakan keadaan atau gejala hambatan gerak sisa makanan di saluran pencernaan, sehingga BAB tidak bisa lancar dan teratur.

Dala kondisi normal, setiap 24 jam, usus besar atau kolon akan dikosongkan secara periodik.

Ini berarti, seseorang bisa dikartakan mengalami sembelit jika tidak dapat BAB selama dua hari atau lebih.

Gejala sembelit juga bisa berupa tinja keras atau sensasi tidak mampu mengeluarkan feses saat BAB.

Makanan penyebab sembelit

Sembelit memiliki banyak penyebab.

Semakin tua atau semakin Anda tidak aktif secara fisik, maka kian besar kemungkinan Anda bisa mengalaminya.

Beberapa makanan dapat membantu meredakan atau mengurangi risiko sembelit, sementara makanan lain dapat memperburuknya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X