Kompas.com - 02/03/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi obat ShutterstockIlustrasi obat

5. Konsumsi obat

Ada beberapa jenis obat antinyeri untuk sakit punggung yang biasanya diresepkan dokter.

Yakni obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen sodium (Aleve).

Hal yang perlu diperhatikan, minum obat di atas perlu petunjuk dari dokter. Minum obat NSAID sembarangan bisa berisiko memicu efek samping serius.

Apabila obat pereda nyeri ini tidak mempan mengatasi sakit punggung, dokter biasanya meresepkan obat pelemas otot.

Obat ini berfungsi untuk membuat otot rileks sehingga ketegangan dan sakit punggung bisa berkurang.

Terkadang, dokter juga memberikan obat penghilang rasa sakit berbentuk krim atau salep yang dioleskan ke bagian punggung yang sakit.

6. Fisioterapi

Selain mengonsumsi obat, cara mengatasi sakit punggung lainnya yakni dengan terapi fisik atau fisioterapi.

Fisioterapi dapat membantu meningkatkan kelenturan, memperkuat otot punggung dan perut, sekaligus memperbaiki postur tubuh.

Selain menghilangkan rasa nyeri, fisioterapi yang dilakukan secara rutin juga bisa membantu mencegah serangan sakit punggung kembali.

Baca juga: 6 Posisi Duduk yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Tulang

7. Suntikan kortison

Jika terapi obat dan fisioterapi tidak membantu mengatasi sakit punggung, dokter biasanya akan memberikan suntikan kortison di sekitar sumsum tulang belakang.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X