Kompas.com - 20/03/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

KOMPAS.com - Penyakit jantung adalah masalah kesehatan yang menyerang organ vital jantung.

Seperti diketahui, jantung adalah organ berotot yang besarnya seukuran kepalan tangan.

Organ ini berfungsi untuk mengumpulkan dan memompa darah kaya oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh.

Baca juga: 13 Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Tidak Disadari Pengidapnya

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa jenis penyakit jantung yang jamak diderita, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner
  • Gangguan irama jantung atau aritmia
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit katup jantung
  • Penyakit otot jantung
  • Infeksi jantung

Setiap penyakit jantung tersebut memiliki gejala dan penyebab yang berlainan.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Penyakit Jantung

Namun, secara umum ketika organ vital ini bermasalah, penderita akan merasakan gejala penyakit jantung seperti sakit dada, sesak napas, dan lemas sampai ingin pingsan.

Penyakit jantung lebih mudah disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini. Jadi, jika ada kekhawatiran terkait gangguan pada organ vital ini, segera konsultasikan ke dokter.

Terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti berasal dari keluarga pengidap penyakit jantung, perokok, dan punya gaya hidup tidak sehat.

Berikut beberapa cara mengobati penyakit jantung sesuai jenis gangguan jantungnya:

1. Ablasi

Melansir British Heart Foundation, ablasi atau dikenal dengan ablasi kateter bertujuan untuk mengontrol atau memperbaiki gangguan irama jantung (aritmia).

Cara mengobati penyakit jantung ini dilakukan dengan memblokir aliran listrik di jantung.

Prosedur medisnya memanfaatkan panas (ablasi frekuensi radio) atau pembekuan (cryoablasi) di area jantung.

2. Kardioversi

Kardioversi bertujuan untuk mengembalikan irama jantung yang tidak normal (aritmia) ke pola normal.

Prosedur medisnya dilakukan dengan mengirimkan sinyal listrik ke jantung melalui elektroda yang dipasang di dada.

Tindakan medis untuk kardioversi biasanya hanya berlangsung sekitar 10 menit.

3. Angioplasti koroner dan stent

Angioplasti koroner adalah salah satu cara mengobati penyakit jantung koroner dengan fokus membantu meningkatkan pasokan darah ke jantung.

Prosedur medis ini dilakukan dengan menggunakan balon khusus yang ditiupkan perlahan-lahan ke arteri koroner.

Setelah itu, arteri tersebut dipasangi jaring baja tahan karat yang disebut stent. Dengan begitu, darah bisa mengalir kembali secara normal.

Baca juga: 6 Jenis Penyakit Jantung dan Ciri-cirinya

4. Operasi bypass koroner

Operasi bypass koroner ditujukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner yang tidak bisa ditangani angioplasti dan stent atau prosedur lainnya.

Prosedur medis ini dilakukan dengan membuat jalur pintas baru pengganti pembuluh darah arteri koroner yang tersumbat dengan pembuluh darah dari kaki, lengan, atau dada.

Dengan operasi bypass koroner, aliran darah ke jantung yang sebelumnya terhambat bisa kembali normal.

5. Transplantasi jantung

Transplantasi jantung adalah tindakan medis yang dilakukan dengan mengganti jantung yang rusak dengan jantung yang sehat dari pendonor.

Orang yang akan menjalani transplantasi jantung membutuhkan donor organ jantung pas dari orang yang telah meninggal dunia.

Operasi transplantasi jantung umumnya direkomendasikan bagi penderita gagal jantung parah yang sudah tidak merespons perawatan medis lainnya.

Baca juga: 7 Perbedaan Gejala Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

6. Penggunaan implantable cardioverter defibrillator (ICD)

ICD atau implantable cardioverter defibrillator adalah perangkat kecil yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung aritmia.

Umumnya, dokter menyarankan pemasangan defibrilator untuk penderita gangguan irama jantung yang rentan terkena serangan jantung.

Alat ini bekerja dengan mengirimkan denyut listrik untuk mengatur irama jantung yang tidak normal.

7. Pemasangan alat pacu jantung

Alat pacu jantung adalah perangkat listrik kecil yang dipasang di dada atau perut.

Alat ini digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung jenis bradikardia atau detak jantung terlalu lambat.

Alat pacu jantung bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik agar jantung bisa berdetak dengan ajek.

Alat ini menggantikan peran simpul sinus jantung yang tidak berfungsi secara normal.

Baca juga: Apakah Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

8. TAVI

Prosedur transcatheter aortic valve implantation (TAVI) adalah opsi cara mengobati penyakit jantung jenis gangguan katup jantung.

TAVI biasanya diberikan untuk perbaikan katup jantung bagi orang yang usianya cukup lanjut atau kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalani operasi katup jantung.

Prosedur medis ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di pangkal paha atau dada untuk memasukkan kateter (tabung tipis flesibel).

Kateter ini digunakan untuk menanam katup aorta baru di jantung yang berdetak.

9. Operasi katup jantung

Cara mengobati penyakit jantung terkait gangguan katup jantung lainnya yakni operasi katup jantung.

Jantung manusia memiliki empat katup. Tugas setiap katup ini memastikan darah mengalir melalui jantung ke arah yang benar.

Gangguan katup jantung bisa berupa katup tidak terbuka sepenuhnya, katup tidak menutup dengan benar, atau katup jantung bocor.

Operasi katup jantung dapat mengatasi gangguan jantung ini dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Bagaimana Gangguan Tiroid bisa Memengaruhi Penyakit Jantung?

10. Terapi obat penyakit jantung

Melansir WebMD, obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala penyakit jantung, mencegah, atau mengobati penyakit jantung sesuai jenisnya.

Ada obat yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah, mengurangi bahan kimia yang bisa mempersempit pembuluh darah, antiaritmia, mengencerkan darah, mengendurkan pembuluh darah, sampai mengontrol tekanan darah.

Konsultasikan ke dokter terkait cara mengobati penyakit jantung yang paling sesuai dengan gangguan jantung penderita.

Selain itu, imbangi pengobatan dan tindakan medis dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan setop merokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.