Kompas.com - 28/03/2021, 16:11 WIB
Ilustrasi HIV/Aids, Hari Aids Sedunia ShutterstockIlustrasi HIV/Aids, Hari Aids Sedunia

KOMPAS.com – HIV adalah penyakit yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus.

Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Virus HIV dapat masuk ke dalam sel darah putih dan merusaknya, sehingga jumlah sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi akan menurun.

Sebagai akibat dari kondisi tersebut, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan penderitanya mudah terkena berbagai penyakit.

Baca juga: Akhiri HIV/AIDS pada 2030, Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Solidaritas!

Komplikasi HIV/AIDS

Sebuah infeksi pada pengidap HIV dapat disebut sebagai infeksi oportunistik karena berbagai macam mikroba penyebab infeksi, mulai dari bakteri, jamur, parasit, dan virus lainnya muncul mengambil kesempatan selagi daya tahan tubuh sedang lemah-lemahnya.

Melansir Health Line, secara umum, komplikasi HIV tidak akan terjadi jika jumlah sel CD4 (jenis sel darah putih atau limfosit) tubuh lebih tinggi dari 500 sel per millimeter kubik.

Sebagian besar komplikasi yang mengancam jiwa terjadi ketika jumlah CD4 turun di bawah 200 sel per millimeter kubik.

Infeksi oportunistik mungkin hanya memiliki sedikit atau tidak menimbulkan dampak signifikan pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Namun, infeksi oportunistik dapat menyebabkan efek yang “menghancurkan” bagi orang yang hidup dengan HIV.

Infeksi oportunistik biasanya muncul ketika jumlah sel CD4 turun di bawah 200 sel per millimeter kubik. Kondisi ini dianggap sebagai kondisi HIV stadium 3 atau terdefinisi AIDS.

Baca juga: 4 Tahapan Infeksi HIV Menjadi AIDS

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ekolalia
Ekolalia
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.