Kompas.com - 19/04/2021, 16:09 WIB
Ilustrasi detoksifikasi natalia bulatovaIlustrasi detoksifikasi

KOMPAS.com - Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah detoks yang digadang-gadang baik untuk kesehatan.

Detoksifikasi merupakan pembuangan racun secara alami dari tubuh.

Setiap hari organ hati, ginjal, usus dan sistem limfatik melakukan proses detoksifikasi untuk dirikita.

Namun, tubuh kita terpapar banyak bahan kimia setiap harinya, baik dari makanan, udara, kosmetik, dan sejenisnya.

Beberapa di antaranya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan potensi kerusakan.

Untuk membuat hati dan ginjal bekerja lebih efisien, kita membutuhkan detoksifikasi tambahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara detoksifikasi

Melakukan detoksifikasi memiliki berbagai fungsi, seperti membuat organ beristirahat dari kerja keras dan merangsang hati untuk membuang racun.

Detoksifikasi juga meningkatkan pembuangan racun melalui feses, urin dan keringat sekaligus meningkatkan sirkulasi tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, kita bisa melakukan detoksifikasi dengan berbagai cara. Berikut cara untuk melakukan detoksifikasi:

  • Puasa.
  • Minum jus buah dan sayuran segar, smoothie, air, dan teh.
  • Minum hanya cairan tertentu, seperti air garam atau jus lemon.
  • Menghilangkan makanan tinggi logam berat, kontaminan, dan alergen.
  • Mengonsumsi suplemen atau herbal.
  • Menghindari semua makanan yang menyebabkan alergi, lalu perlahan-lahan mengenalkannya kembali.
  • Menggunakan obat pencahar atau pembersih usus besar.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menghentikan konsumsi alkohol, kopi, rokok, dan gula rafinasi.

Selain cara tersebut, kita juga bisa melakukan detoksifikasi dengan menerapkan pola makan bersih. Sebab, apa yang kita makan merefleksikan kesehatan fisik dan mental kita.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
PENYAKIT
Achondroplasia
Achondroplasia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.