Kompas.com - 07/05/2021, 14:04 WIB

KOMPAS.com - Ketika melihat uban menyelinap di balik helai rambut, sejumlah orang biasanya tergerak untuk segera mencabut uban.

Terlebih jika uban yang tumbuh baru sedikit, atau seseorang baru mendapati sebagian rambutnya berwarna putih.

Sebelum buru-buru menghilangkan rambut putih yang menghiasi kepala kalian, simak dulu beberapa alasan kenapa kalian tidak boleh mencabut uban sembarangan berikut:

Baca juga: 7 Penyebab Uban Tumbuh di Usia Muda

1. Rentan merusak tekstur rambut

Dilansir dari Bustle, mencabut uban dapat berisiko merusak tekstur alami untaian rambut.

Ketika tekstur alami rambut rusak, pertumbuhan rambut baru bisa lebih kusut ketimbang bagian lainnya yang tidak dicabuti.

2. Tidak menghilangkan uban secara permanen

Beberapa orang berharap dengan mencabut uban maka masalah rambut putihnya sudah kelar. Namun, hal itu keliru.

Melansir Today, mencabut uban hanya menghilangkan rambut putih untuk sementara.

Pasalnya, folikel atau kantong kecil yang memuat rambut di bawah kulit masih hidup dan akan tumbuh kembali dengan uban sejenis yang baru dicabut.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Uban secara Alami

3. Bisa merusak kulit kepala

Kebiasaan menghilangkan uban secara paksa berulangkali ternyata dapat merusak folikel secara permanen.

Apabila folikel sudah rusak karena rambut terus-menerus dicabut secara paksa, lambat laun bagian kulit kepala tersebut bakal terlihat rusak.

4. Bikin rambut rontok dan tipis

Alasan lain kenapa kita tidak boleh mencabut uban adalah rentan merusak akar rambut.

Ketika akar rambut sudah rusak, rambut bisa rontok permanen dan pertumbuhan di area tersebut terganggu.

Tak hanya rambut rontok, risiko yang paling dikhawatirkan yakni rambut tidak bisa tumbuh lagi alias botak dan rambut jadi lebih tipis.

Melansir BestHealth, hati-hati jika kalian mencabut uban yang bagian ujung akarnya berwarna merah.

Hal itu menandakan kalian telah mencabut sehelai rambut beserta pemasok darahnya. Jika sudah terlanjur, kemungkinan besar rambut di bagian tersebut sudah tidak bisa tumbuh lagi.

Baca juga: Riset Buktikan Stres Bisa Sebabkan Uban Muncul Lebih Cepat, Kok Bisa?

5. Terkadang bisa menyebabkan infeksi

Mencabut uban terkadang juga potensial memicu infeksi. Kondisi itu bisa terjadi ketika rambut pengganti yang dicabut dengan paksa justru tumbuh ke dalam.

Hal itu bisa menyebabkan infeksi dan menyebabkan tumbuhnya jaringan parut yang membuat nyeri dan tidak nyaman.

Alih-alih mencabut uban, sebaiknya rambut putih dibiarkan begitu saja. Hal yang lebih penting, rawat rambut agar tetap sehat dan tampak cemerlang.

Hindari paparan asap rokok, sinar matahari, dan produk perawatan rambut berbahan kimia berlebihan.

Jika memang terpaksa harus menghilangkan uban, cukup potong sebagian untaian rambut yang memutih agar tidak sampai mengusik folikel.

Baca juga: 4 Penyebab Ketombe yang Membandel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.