Kompas.com - 11/05/2021, 14:02 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Setelah menerima darah yang kekurangan oksigen ini, bilik kanan jantung akan memompanya ke arteri pulmonalis .

Darah kemudian mengalir ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan ke serambi kiri jantung. Dari sana, darah kaya oksigen bergerak ke bilik kiri jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh melalui aorta.

Tekanan darah pulmonal biasanya jauh lebih rendah daripada tekanan darah sistemik.

Tekanan arteri pulmonalis normal adalah 8-20 mmHg saat istirahat.

Jika tekanan di arteri pulmonalis lebih besar dari 25 mmHg saat istirahat atau 30 mmHg selama aktivitas fisik, itu sangat tinggi dan dapat disebut hipertensi pulmonal.

Baca juga: 5 Penyebab Hipertensi Pulmonal yang Perlu Diwaspadai

Efek jangka panjang dari hipertensi pulmonal

Mirip dengan bagaimana tekanan darah tinggi sistemik dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengirimkan darah ke tubuh, hipertensi pulmonal dapat terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit dan menebal, sehingga memperlambat aliran darah melalui arteri pulmonalis ke paru-paru.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Apa Itu Hipertensi Pulmonal?
Hipertensi pulmonal adalah tekanan darah tinggi dalam arteri pulmonalis yang patut diwaspadai karena bisa menyebabkan gagal jantung hingga kematian.
Bagikan artikel ini melalui

Akibatnya, tekanan di arteri Anda meningkat saat jantung Anda bekerja lebih keras untuk mencoba memaksa darah masuk.

Melansir Medical News Today, gagal jantung bisa terjadi ketika jantung menjadi terlalu lemah untuk memompa cukup darah ke paru-paru.

Gagal jantung merupakan penyebab utama kematian bagi penderita hipertensi pulmonal.

Komplikasi hipertensi pulmonal lain termasuk darah masuk ke paru-paru dan batuk darah (hemoptisis). Kedua komplikasi ini juga bisa berakibat fatal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.