Kompas.com - 21/05/2021, 16:01 WIB
Ilustrasi kerak di kepala bayi Shutterstock/Aneta BywalecIlustrasi kerak di kepala bayi

KOMPAS.com - Sejumlah orangtua terkadang mendapati ada kerak di kulit kepala bayinya.

Masalah kesehatan kulit ini biasaya terkait dengan dermatitis seboroik atau seborrhea atau cradle cap.

Dilansir dari Kid’s Health, kerak di kepala bayi biasanya muncul saat si kecil berusia dua minggu sampai 12 bulan.

Baca juga: 4 Bahaya Bayi Jatuh dari Tempat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Gejala masalah kulit ini dimulai dengan munculnya bercak kemerahan atau kekuningan yang bersisik di kulit kepala.

Dalam kondisi yang parah, terkadang kerak atau ruamnya bisa menjalar ke wajah, area sekitar popok, atau bagian tubuh lainnya.

Sebelum mengulas cara menghilangkan kerak di kepala bayi, kenali dulu penyebabnya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

4 Cara Menghilangkan Kerak di Kepala Bayi
Kerak di kepala bayi umumnya muncul saat si kecil berusia 2 minggu sampai 12 bulan. Kenali penyebab dan cara menghilangkannya...
Bagikan artikel ini melalui

Penyebab kerak di kepala bayi

Melansir Mayo Clinic, penyebab kerak di kepala bayi terkait dermatitis seboroik terkadang berasal dari hormon yang diturunkan dari ibu ke bayi.

Hormon tersebut menyebabkan produksi minyak atau sebum di kelenjar minyak dan folikel rambut berlebihan.

Selain itu, faktor lainnya juga bisa berasal dari infeksi jamur yang berkembang bersama bakteri di kulit kepala.

Hal yang perlu diingat, kerak di kepala bayi tidak terkait dengan masalah kebersihan.

Baca juga: Gejala Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi, Anak, dan Dewasa

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hipotermia
Hipotermia
PENYAKIT
Pusing
Pusing
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.