Kompas.com - 21/05/2021, 18:01 WIB
Ilustrasi dermatitis ShutterstockIlustrasi dermatitis

KOMPAS.com - Dermatitis adalah istilah umum untuk menggambarkan iritasi pada kulit.

Dermatitis bisa muncul dalam berbagai bentuk, tergantung jenis dan penyebabnya.

Masalah kesehatan ini tidak menular, tapi bisa membuat penderitanya risih dan tidak nyaman.

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa itu dermatitis, jenis, dan penyebabnya.

Baca juga: 7 Tips Memilih Sunsreen untuk Kulit Berminyak dan Cara Penggunaannya

Apa itu dermatitis?

Melansir Cleveland Clinic, dermatitis adalah masalah iritasi kulit atau ruam yang muncul karena peradangan.

Dermatitis tidak merusak kulit. Gejala dermatitis secara umum yakni munculnya kulit yang mengering, kemerahan, dan gatal.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Kenali Apa itu Dermatitis, Jenis, dan Penyebabnya
Salah satu masalah kulit yang kerap dialami sejumlah orang adalah dermatitis. Kenali apa itu dermatitis sampai beragam penyebabnya.
Bagikan artikel ini melalui

Bayi, anak-anak, orang dewasa, sampai kalangan lansia bisa terkena masalah kesehatan kulit ini.

Pengobatan yang tepat dapat meringankan gejala penyakit dan mencegah penyakit kambuh.

Baca juga: 5 Pelembap untuk Kulit Berminyak

Jenis dermatitis dan gejalanya

Terdapat beberapa macam atau jenis dermatitis dengan gejala berbeda-beda, antara lain:

  • Dermatitis atopik atau eksim: terjadi karena kerusakan pada lapisan pelindung kulit. Gejalanya yakni kulit meradang, kemerahan, kering, bergelombang, dan gatal.
  • Dermatitis kontak: reaksi alergi atau iritasi yang membuat kulit ruam, nyeri, atau gatal. Gejalanya berupa kulit yang ruam, meradang, atau kemerahan saat bersentuhan dengan biang alergi.
  • Dermatitis dyshidrotic. dermatitis ini menyebabkan luka berupa lepuh gatal di tepi jari tangan, telapak tangan, jari kaki, dan telapak kaki. Terkadang, gejala lepuhnya terasa menyakitkan.
  • Neurodermatitis: dermatitis jenis ini disebabkan rasa gatal yang hebat dan mengiritasi ujung saraf kulit.
  • Dermatitis numular: dermatitis yang ditandai dengan gejala munculnya bintik-bintik melingkar, gatal, atau luka terbuka pada kulit.
  • Dermatitis seboroik: bisa muncul di kulit kepala, belakang telinga, atau bagian tubuh lainnya. Gejalanya berupa kulit merah, kering, bersisik, gatal di kulit kepala dan bagian tubuh lainnya, sampai ketombe membandel.
  • Dermatitis statis: dermatitis jenis ini muncul karena masalah aliran darah di pembuluh darah. Gejalanya antara lain pergelangan kaki bengkak, kulit bersisik, gatal, nyeri, dan ada luka terbuka.

Baca juga: Penyebab Herpes Kulit dan Cara Mengobatinya

Penyebab dermatitis

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa penyebab dermatitis yang cukup umum, antara lain:

  • Faktor genetika
  • Gangguan sistem daya tahan tubuh
  • Infeksi kulit
  • Alergi makanan, udara, produk perawatan kulit, aksesori, dll.
  • Jamur yang menempel di kulit

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika ada gejala dermatitis. Dokter biasanya mendiagnosis masalah kesehatan ini dengan melakukan pemeriksaan kulit.

Jika ada indikasi dermatitis, dokter biasanya merekomendasikan tes darah atau biopsi kulit, atau tes alergi.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Rasa Gatal pada Kulit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kulit Melepuh
Kulit Melepuh
PENYAKIT
Kulit Bersisik
Kulit Bersisik
PENYAKIT
Lesi Kulit
Lesi Kulit
PENYAKIT
Kulit Belang
Kulit Belang
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.