Kompas.com - 03/06/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi demam berdarah kenary820/shutterstockIlustrasi demam berdarah

KOMPAS.com - Saat dicurigai ada gejala demam berdarah (DBD), seseorang biasanya disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan demam berdarah ini bertujuan untuk menentukan diagnosis, sebelum direkomendasikan pengobatan DBD.

Deteksi penyakit demam berdarah perlu cepat dan tepat, lantaran penyakit ini bisa berdampak fatal apabila penanganannya tidak tepat atau terlambat.

Baca juga: 9 Penyebab Trombosit Turun, Tak Selalu DBD (Demam Berdarah)

Seperti diketahui, beberapa gejala demam berdarah terkadang mirip dengan penyakit lain, antara lain:

  • Demam tinggi mendadak tanpa sebab jelas selama dua sampai tujuh hari
  • Badan terasa lemah dan lesu
  • Ulu hati terasa sakit
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang ketika diregangkan
  • Sakit kepala
  • Nyeri saat menggerakan bola mata
  • Nyeri otot atau tulang
  • Muntah
  • Terkadang disertai mimisan atau buang air besar bercampur darah

Jika muncul gejala demam berdarah di atas, ada baiknya penderita segera dibawa ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: 5 Pertolongan Pertama dan Pengobatan Demam Berdarah (DBD)

Melansir Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan, berikut beberapa jenis pemeriksaan demam berdarah (DBD):

1. Cek darah DBD

Pemeriksaan demam berdarah salah satunya cek darah di laboratorium untuk memeriksa kadar leukosit, trombosit, dan hematokrit.

Berikut penjelasan cek darah DBD yang mengarah pada gejala demam berdarah:

  • Leukosit

Jumlah leukosit terkadang normal, tapi biasanya menurun dengan dominansi sel neutrofil. Selain itu, jumlah sel limfosit atipikat atau plasma biru lebih dari 4% pada hari ketiga sampai ketujuh gejala DBD muncul.

  • Trombosit

Kadar trombosit turun di bawah 100.000 keping per mikroliter darah pada hari ketiga sampai hari ketujuh sakit. Pemeriksaan trombosit perlu diulang setiap 4-6 jam sampai nilai trombosit normal.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.