Kompas.com - 27/07/2021, 09:01 WIB
Ilustrasi anosmia, salah satu gejala Covid-19 SHUTTERSTOCK/NENAD CAVOSKIIlustrasi anosmia, salah satu gejala Covid-19

KOMPAS.com - Anosmia adalah kondisi saat hidung tidak bisa mencium bau atau indra penciuman tidak berfungsi.

Penyebab anosmia bisa berasal dari masalah kesehatan seperti flu, sinusitis, efek samping sejumlah obat, stroke, sampai tumor.

Selain itu, anosmia juga bisa jadi gejala Covid-19 atau infeksi virus Corona SARS-CoV-2.

Baca juga: 6 Obat Anosmia Alami untuk Mengatasi Hidung Tidak Bisa Mencium Bau

Hidung tidak bisa mencium bau dapat mengurangi kualitas hidup. Pasalnya, orang jadi kehilangan selera makan saat anosmia. Tak hanya itu, terkadang penderitanya bisa sampai depresi.

Sebelum mengulas apakah anosmia bisa sembuh sendiri, simak penjelasan bagaimana orang bisa mengalami anosmia.

Bagaimana orang bisa mengalami anosmia?

Melansir Cleveland Clinic, penyebab anosmia yang utama yakni berasal dari infeksi virus seperti flu sampai Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hidung tidak bisa mencium bau biasanya muncul dari hidung tersumbat atau peradangan pada hidung.

Peradangan tersebut membuat saluran pernapasan bengkak dan menghambat kinerja reseptor bau di hidung. Biasanya, anosmia muncul saat awal infeksi virus seperti flu dan Covid-19.

Satu penelitian menyebutkan, penderita Covid-19 yang mengalami anosmia cenderung memiliki gejala yang lebih ringan ketimbang penderita tanpa gangguan indra penciuman.

Baca juga: Cara Mengobati Anosmia dengan Latihan Mencium Bau

Apakah anosmia bisa sembuh sendiri?

Melansir Michigan Medicine, anosmia terkadang bisa sembuh sendiri tanpa terapi khusus setelah kondisi penyakitnya membaik.

Anosmia umumnya sembuh dalam hitungan hari sampai bulan, tergantung kondisi akar penyebab hidung tidak bisa mencium bau.

Menurut salah satu studi, sebagian besar pasien Covid-19 akan sembuh dari anosmia kurang dari satu bulan.

Namun, untuk anosmia terkait cedera saraf karena kecelakaan, stroke, atau polip hidung, anosmia umumnya baru bisa sembuh setelah dioperasi.

Baca juga: Anosmia Tak Hanya Gejala Covid-19, Kenali Penyebab Lainnya

Terapi untuk anosmia

Ahli rinologi dari Cleveland Clinic, Raj Sindwani, MD. menjelaskan, ada beberapa terapi untuk anosmia.

Untuk infeksi virus seperti sinusitis, penuaan, dan trauma, anosmia dapat diobati dengan obat anti-peradangan untuk mengatasi gangguan di rongga hidung atau reseptor indra penciuman.

Dr. Sindwani juga menyebutkan, salah satu penelitian mengungkapkan, suplemen omega-3 potensial untuk obat anosmia alami.

Selain itu, penderia Covid-19 yang mengalami anosmia juga tak ada salahnya menjajal terapi bau.

Alih-alih mengandalkan anosmia bisa sembuh sendiri, coba terapi bau untuk anosmia yang relatif aman dan minim efek samping.

Baca juga: Butuh Waktu Berapa Lama Anosmia Bisa Sembuh?

Dr. Sindwani mengatakan terapi bau untuk anosmia dapat melatih saraf hidung untuk kembali mengingat aroma dan pengalaman membaui sesuatu.

Terapi bau ini dilakukan dengan latihan mencium bau dari empat macam benda yang punya aroma tajam.

Misalkan bunga mawar, buah lemon, rempah cengkek, dan minyak kayu putih. Masing-masing aroma tersebut dihirup dalam-dalam selama 15-20 detik.

Ketika menghirup aroma tersebut, penderita disarankan untuk mengingat kembali seperti apa bau mawar, lemon, atau kayu putih.

Konsep terapi bau untuk menyembuhkan anosmia tersebut yakni menggabungkan citra visual dengan stimulasi aroma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Dislokasi Bahu
Dislokasi Bahu
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.