Kompas.com - 02/08/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona, pasien Covid-19, pasien infeksi virus corona ShutterstockIlustrasi Covid-19, virus corona, pasien Covid-19, pasien infeksi virus corona

KOMPAS.com - Kebanyakan penderita Covid-19 sembuh atau merasakan kondisi tubuhnya membaik setelah beberapa minggu terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Namun, ada beberapa penyintas yang merasakan efek Covid-19 setelah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

Kondisi tak normal pasca-sembuh dari Covid-19 tersebut bisa berlansung lebih dari sebulan setelah penderita kali pertama terinfeksi virus corona biang penyakit.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Penyakit Jamur Hitam Pasca-Covid-19

Bahkan, penderita Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringanjuga bisa merasakan efek Covid-19 setelah dinyatakan sembuh.

Kondisi tak normal pasca-sembuh dari Covid-19 tersebut dikenal dengan long covid atau covid kronis.

Efek Covid-19 setelah Sembuh

Melansir laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), beberapa efek Covid-19 setelah dinyatakan sembuh yang masih dirasakan penyintas, antara lain:

  • Sesak napas atau napas pendek-pendek
  • Gampang lelah, terutama setelah banyak beraktivitas
  • Susah konsentrasi
  • Batuk
  • Sakit dada
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar
  • Nyeri sendi atau otot
  • Badan sakit seperti ditusuk jarum
  • Diare
  • Gangguan tidur seperti susah tidur atau tidur terus-menerus
  • Demam
  • Pusing saat berdiri
  • Ruam
  • Suasana hati jadi lebih muram
  • Hidung tidak bisa mencium bau, atau kepekaan indra penciuman berkurang
  • Lidah tidak ada rasa, atau kepekaan indra perasa terganggu
  • Perubahan siklus haid

Penderita Covid-19 dengan gejala lebih berat terkadang merasakan efek yang lebih serius setelah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. 

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jamur Hitam Pasca-Covid-19 sesuai Lokasi Infeksinya

Efek multiorgan setelah Covid-19

Sejumlah penderita Covid-19 gejala berat setelah sembuh terkadang merasakan efek multiorgan atau kondisi autoimun selang beberapa minggu sampai bulan setelah terinfeksi virus corona.

Efek multiorgan tersebut bisa memengaruhi sebagian besar sistem tubuh, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, kulit, dan otak.

Kondisi autoimun terjadi ketika sistem daya tahan tubuh tanpa sengaja menyerang sel sehat di tubuh, menyebabkan peradangan, dan memicu kerusakan di sebagian jaringan tubuh.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber NHS,CDC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.