Kompas.com - 12/08/2021, 18:08 WIB
Ilustrasi mengukur tekanan darah. FREEPIK/IJEABIlustrasi mengukur tekanan darah.

KOMPAS.com - Hipotensi adalah kondisi saat kadar tekanan darah berada di bawah kisaran normal.

Hasil cek tensi kadar tekanan darah normal yakni berkisar antara 120/80 mmHg.

Seseorang dikatakan mengalami hipotensi apabila tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg.

Berikut penjelasan lebih lanjut penyebab hipotensi, gejala, dan penanganannya.

Baca juga: 6 Gejala Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Penyebab hipotensi

Tekanan darah bisa bervariasi sepanjang hari. Namun, kadar tensi yang ajek turun bisa disebabkan beberapa hal.

Bagi orang yang merasa bugar tapi tensinya kerap turun, kondisi ini kemungkinan berasal dari faktor genetik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebab hipotensi umumnya berasal dari masalah kesehatan, kondisi fisik, sampai efek obat tertentu. Melansir Better Health, berikut beberapa di antaranya:

  • Stres emosional, takut, panik
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Tubuh kepanasan
  • Donor darah
  • Pendarahan internal, seperti tukak lambung berlubang
  • Banyak mengeluarkan darah misalkan karena kecelakaan atau luka di dalam tubuh
  • Kehamilan
  • Efek samping obat diuretik, sejumlah obat depresi, sampai obat penyakit jantung
  • Reaksi alergi terhadap obat atau bahan kimia tertentu
  • Infeksi
  • Penyakit jantung
  • Gangguan sistem saraf, misalkan penyakit parkinson
  • Gangguan kelenjar adrenal sehingga tubuh kekurangan hormon pengatur tekanan darah

Selain penyebab hipotensi di atas, masalah kesehatan ini juga bisa terjadi seiring bertambahnya usia.

Baca juga: 10 Faktor yang Memengaruhi Besarnya Tekanan Darah

Gejala hipotensi

Melansir NHS, ada beberapa gejala hipotensi yang kerap dirasakan penderitanya, antara lain:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Tidak enak badan
  • Penglihatan kabur
  • Badan terasa lemas
  • Bingung
  • Pingsan

Jika Anda merasakan gejala hipotensi seperti sakit kepala saat tiba-tiba bangun dari tempat tidur atau beranjak dari kursi, kondisi ini bisa jadi tanda hipotensi postural.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal? Begini Cara Pengukuran Paling Akurat

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.