Kompas.com - 19/09/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi hamil. UNSPLASH/ANASTASIIA CHEPINSKAIlustrasi hamil.

KOMPAS.com - Hamil di usia remaja memiliki sederet risiko kesehatan bagi ibu yang mengandung, janin di dalam kandungan, dan orang terdekatnya.

Hamil di usia remaja biasanya terjadi pada perempuan berumur 15 sampai 19 tahun, atau di bawah 20 tahun.

Tapi, tidak menutup kemungkinan anak perempuan di bawah usia 15 tahun hamil.

Baca juga: Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas, Kenali Peluang dan Risikonya…

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyebab hamil di usia remaja bisa berasal dari pernikahan dini, minimnya informasi kesehatan reproduksi, sampai kekerasan seksual.

Hamil di usia remaja memiliki risiko atau konsekuensi kesehatan, sosial, sampai ekonomi.

Risiko kesehatan hamil di usia remaja

Melansir WebMD, risiko kesehatan hamil di usia remaja rentan dialami perempuan dan janin di dalam kandungannya, antara lain:

  • Akses kesehatan terbatas

Hamil di usia remaja acapkali minim dukungan dari orang terdekat, termasuk orangtua.

Kondisi ini rawan berdampak pada minimnya akses kesehatan untuk memeriksakan kehamilan.

Perawatan kehamilan ini penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan, mengantisipasi komplikasi kehamilan, sampai pemenuhan nutrisi kehamilan.

Tanpa nutrisi cukup dari asupan ibu hamil, bayi bisa lahir dengan penyakit bawaan atau cacat lahir.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.