Kompas.com - 20/10/2021, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Saat hamil, seorang wanita rentan mengalami anemia.

Ini karena selama kehamilan, tubuh wanita perlu memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Jika tidak memperoleh cukup zat besi atau nutrisi tertentu lainnya, tubuh ibu hamil mungkin tidak dapat memproduksi jumlah sel darah merah yang dibutuhkan untuk membuat darah tambahan ini.

Baca juga: 9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Ketika ibu hamil menderita anemia, darahnya berarti tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh sendiri maupun ke bayi yang dikandung.

Melansir Health Line, adalah normal bagi seorang wanita untuk mengalami anemia ringan saat memasuki masa kehamilan.

Tetapi, seorang wanita mungkin juga mengalami anemia yang lebih parah karena berbagai hal.

Anemia dapat membuat ibu hamil merasa lelah dan lemah.

Jika parah dan tidak diobati, anemia dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada ibu hamil.

Faktanya, anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah pada bayi, dan bahkan kematian ibu.

Jenis-jenis anemia pada ibu hamil

Ada beberapa jenis anemia yang dapat berkembang selama kehamilan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.