Kompas.com - 20/10/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi melahirkan, pendarahan saat melahirkan, pendarahan setelah melahirkan SHUTTERSTOCK/Natalia DeriabinaIlustrasi melahirkan, pendarahan saat melahirkan, pendarahan setelah melahirkan

KOMPAS.com - Pendarahan saat melahirkan bisa terjadi sesaat setelah bayi dilahirkan.

Wanita dianggap mengalami pendarahan apabila darah yang keluar selama persalinan lebih dari dua liter.

Kehilangan banyak darah saat melahirkan bisa membuat wanita sulit mempertahankan tekanan darah.

Kondisi ini apabila tidak segera ditangani bisa menyebabkan syok sampai kematian.

Baca juga: Fakta Seputar Plasenta Previa, Biang Pendarahan pada Ibu Hamil

Penyebab pendarahan saat melahirkan

Melansir MSD Manuals, wanita mengeluarkan banyak darah saat melahirkan karena pembuluh darah terbuka ketika plasenta terlepas dari rahim.

Kontraksi rahim membantu menutup pembuluh darah ini. Biasanya, wanita yang menjalani persalinan ceesar mengeluarkan lebih banyak darah ketimbang wanita yang melahirkan secara normal atau lewat vagina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini dipengaruhi persalinan caesar yang memerlukan sayatan di rahim, sehingga lebih banyak darah yang dipompa ke rahim.

Di luar kondisi tersebut, ada penyebab pendarahan saat melahirkan jadi tidak terkendali bisa karena gangguan kontraksi atau hal lain, seperti:

  • Rahim terlalu banyak diregangkan, misalkan karena cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak, bayi kembar, janin sangat besar
  • Persalinan berlangsung lama, abnormal, atau terlalu cepat
  • Efek penggunaan anestesi relaksasi otot saat melahirkan
  • Selaput di sekitar janin terinfeksi, kondisi ini dikenal dengan infeksi intraketuban
  • Vagina atau leher rahim robek saat melahirkan
  • Sayatan yang dibuat untuk membuka jalan lahir bayi di vagina terlalu lebar
  • Wanita memiliki gangguan pembekuan darah
  • Komplikasi infeksi intra-ketuban sampai menjalar ke rahim
  • Sebagian plasenta tertinggal di rahim saat melahirkan
  • Rahim pecah atau terbalik
  • Ada fibroid di rahim

Baca juga: Tanda dan Penyebab Pendarahan Setelah Melahirkan yang Wajib Diwaspadai

Cara mendeteksi penyebab pendarahan saat melahirkan

Pendarahan saat melahirkan adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Dokter biasanya mendeteksi pendarahan setelah melahirkan dengan memeriksa:

  • Robekan pada vagina
  • Perut bagian rahim, apabila lunak berarti rahim tidak berkontraksi secara normal dan banyak darah yang terkumpul di rahim
  • Memantau tanda vital seperti tekanan darah dan detak jantung, tekanan darah turun dan detak jantung cepat dapat menjadi tanda pendarahan berlebihan

Pendarahan saat melahirkan bisa menyebabkan tanda-tanda seperti darah rendah, pusing saat berdiri, badan sangat lemas.

Baca juga: Pendarahan Setelah Operasi: Ciri, Penyebab, Penanganan, Cara Mencegah

Faktor risiko pendarahan saat melahirkan

Melansir Healthline, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang wanita mengalami pendarahan saat melahirkan, antara lain:

  • Persalinan yang dibantu forsep atau vakum
  • Cairan ketuban berlebihan
  • Bayi ukurannya cukup besar
  • Pernah mengalami pendarahan saat melahirkan
  • Mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan
  • Melahirkan bayi kembar

Jika Anda memiliki faktor risiko pendarahan saat melahirkan di atas, diskusikan dengan dokter agar komplikasi persalinan ini bisa diantisipasi.

Baca juga: Kaki Bengkak Pasca Melahirkan, Begini Cara Mengatasinya…

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.