Kompas.com - 30/12/2021, 14:01 WIB

KOMPAS.com - Salah satu risiko hamil bayi kembar yang perlu diwaspadai adalah bayi lahir prematur.

Organisasi Nirlaba yang fokus pada kesehatan ibu dan anak di AS March of Dimes memperkirakan, lebih dari setengah kasus ibu hamil bayi kembar melahirkan anak secara prematur.

Bayi dikatakan lahir prematur apabila persalinan terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan.

Baca juga: 6 Ciri-ciri Hamil Anak Kembar

Kenapa bayi kembar rawan lahir prematur?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS JIH Solo, dr. Bima Suryantara, Sp.OG (K) menjelaskan, hamil bayi kembar adalah salah satu faktor risiko kelahiran prematur.

"Ukuran rahim manusia idealnya diisi satu bayi. Secara fisiologis, rahim untuk hamil bayi kembar semakin penuh. Padahal, daya tampungnya terbatas. Ini yang menyebabkan bayi kembar terkadang lahir prematur," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, Bima menyebutkan ibu hamil bayi kembar juga berisiko mengalami komplikasi kehamilan ketuban pecah dini.

Umumnya, kantong ketuban akan pecah selama persalinan. Namun, di beberapa kasus seperti hamil bayi kembar, ketuban rawan pecah lebih awal. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi jika bayi tidak segera dilahirkan.

"Untuk bayi kembar, air ketuban juga jadi tambah banyak. Ibu hamil perlu mewaspadai infeksi," katanya.

Bima menyebutkan salah satu infeksi yang kerap disepelekan ibu hamil bayi kembar adalah infeksi saluran kencing.

Beberapa ibu hamil bayi kembar biasanya susah buang air saat kondisi perutnya sudah semakin membesar.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Health
4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

Health
7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

Health
6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Health
Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Health
Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Health
Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Health
13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

Health
Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Health
Kanker Lidah

Kanker Lidah

Penyakit
Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Health
4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

Health
5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Health
Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.