Kompas.com - 24/01/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Asam lambung adalah zat yang secara alami diproduksi perut untuk mencerna makanan, tetapi terkadang diproduksi terlalu banyak yang menyebabkan itu menjadi penyakit.

Penyakit naiknya asam lambung ke kerongkongan dari perut dikenal juga dengan sebutan GERD (Gastroesophageal reflux disease).

Kondisi asam lambung naik (refluks asam) tersebut dapat mengiritasi lapisan kerongkongan.

Baca juga: Kentang Rebus untuk Penderita Asam Lambung, Boleh atau Tidak?

Mengutip Mayo Clinic, refluks asam ringan yang terjadi setidaknya 2 kali seminggu. Sedangkan refluks asam sedang hingga berat, terjadi setidaknya sekali seminggu.

Mengutip WebMD, penyakit asam lambung naik bisa dikenali dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Nyeri di ulu hati atau sensasi rasa terbakar dari perut ke dada, bahkan sampai ke tenggorokan 
  2. Regurgitasi: rasa asam atau pahit yang kembali ke tenggorokan atau mulut 
  3. Kembung 
  4. Kotoran berdarah atau hitam 
  5. Muntah berdarah 
  6. Bersendawa 
  7. Disfagia: sensasi makanan tersangkut di tenggorokan 
  8. Cegukan yang tak kunjung reda 
  9. Mual 
  10. Penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui 
  11. Mengi, batuk kering, suara serak, atau sakit tenggorokan kronis.

Namun mengutip Cleveland Clinic, ciri-ciri utama GERD, yaitu nyeri di ulu hati yang persisten dan regurgitasi.

GERD juga dapat menyebabkan batuk kering dan bau mulut.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Asam Lambung Naik dengan Gaya Hidup dan Obat

Faktor risiko

Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko GERD, meliputi:

  • Kegemukan 
  • Hernia hiatus: menonjolnya bagian atas perut hingga ke diafragma 
  • Kehamilan 
  • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma 
  • Perut kosong atau makan yang tertunda.

Faktor-faktor yang dapat memperburuk refluks asam, meliputi:

  • Merokok 
  • Makan dalam porsi besar atau makan larut malam 
  • Makan makanan tertentu (pemicu), seperti makanan berlemak atau gorengan 
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol atau kopi 
  • Minum obat-obatan tertentu, seperti aspirin.

Baca juga: Kenali Gejala Silent Reflux, Asam Lambung Naik Diam-diam

Komplikasi

Mengutip Cleveland Clinic, GERD tidak mengancam jiwa atau berbahaya. Namun, GERD jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, meliputi:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.