Kompas.com - 09/05/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Penyakit paru-paru adalah istilah umum untuk mengacu pada macam gangguan termasuk penyakit saluran napas dan sirkulasi paru-paru.

Mengutip Medical News Today, paru-paru adalah bagian penting dari sistem pernapasan kita.

Ketika seseorang bernapas, paru-paru mengambil oksigen dari udara, lalu memompanya melalui saluran udara dan kantung udara tubuh.

Oksigen kemudian diserap ke dalam aliran darah dan dibawa ke jantung melalui pembuluh darah.

Dokter menggunakan istilah penyakit paru-paru atau penyakit pernapasan untuk menggambarkan banyak kondisi berbeda yang memengaruhi sistem pernapasan.

Baca juga: Tanda-tanda Paru-paru Tidak Sehat

Mengutip WebMD, berikut macam penyakit paru-paru, meliputi:

1. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi saluran napas

Penyakit ini meliputi:

  • Asma: saluran udara Anda terus-menerus meradang dan mungkin kejang, menyebabkan mengi dan sesak napas. Alergi, infeksi, atau polusi dapat memicu gejala asma.
  • PPOK: penyakit paru obstruktif kronik yang menyebabkan kerusakan ini menyebabkan kerusakan paru-paru yang seiring waktu membuat lebih banyak lendir dari biasanya dan menyumbat saluran udara.
  • Bronkitis kronis: bentuk PPOK yang mengakibatkan batuk basah jangka panjang
  • Emfisema: kerusakan paru-paru yang memicu udara terperangkap di paru-paru, sehingga membuat Anda kesulitan mengeluarkan udara (ciri khasnya).
  • Bronkitis akut: infeksi tiba-tiba pada saluran napas yang biasanya disebabkan oleh virus.
  • Fibrosis sistik: kondisi kesulitan membersihkan lendir dari bronkus, di mana akan menyebabkan infeksi paru-paru berulang.

Baca juga: 8 Cara Alami Membersihkan Paru-paru

2. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi kantung udara (alveoli)

Saluran udara Anda bercabang menjadi tabung kecil (bronkiolus) yang berakhir dalam kelompok kantung udara yang disebut alveoli.

Kantung udara ini membentuk sebagian besar jaringan paru-paru Anda.

Penyakit paru-paru yang mempengaruhi alveoli ini meliputi:

  • Radang paru-paru: infeksi pada alveoli Anda, biasanya oleh bakteri atau virus, termasuk virus corona.
  • Tuberkulosis: pneumonia yang perlahan memburuk, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
  • Emfisema: penyakit kronis atau jangka panjang akibat kerusakan pada alveolus, yaitu kantong udara kecil pada paru-paru. Penyakit ini membatasi aliran udara, mempengaruhi saluran napas. Merokok adalah penyebab umumnya.
  • Edema paru: cairan bocor dari pembuluh darah kecil paru-paru ke kantung udara dan area di sekitarnya. Salah satunya disebabkan oleh gagal jantung dan tekanan balik di pembuluh darah paru-paru Anda. Dalam bentuk lain, cedera pada paru-paru menyebabkan kebocoran cairan.
  • Kanker paru-paru: dapat dimulai di bagian mana pun dari paru-paru, tapi paling sering terjadi di bagian utama paru-paru Anda, di dalam atau di dekat kantung udara.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS): cedera parah yang tiba-tiba pada paru-paru akibat penyakit serius. Covid-19 adalah salah satu contohnya. Banyak orang yang menderita ARDS membutuhkan bantuan pernapasan dari mesin yang disebut ventilator sampai paru-paru mereka pulih.
  • Pneumokoniosis: kategori penyakit yang disebabkan karena menghirup sesuatu yang melukai paru-paru. Contohnya termasuk penyakit paru-paru hitam dari debu batu bara dan asbestosis dari debu asbestos.

Baca juga: Apakah Paru-paru Perokok Kembali Normal Setelah Berhenti Merokok?

3. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi interstitium

Interstitium adalah lapisan tipis dan halus di antara alveoli Anda.

Berbagai penyakit paru-paru mempengaruhi interstitium meliputi:

  • Penyakit paru interstisial (ILD): sekelompok kondisi paru-paru yang mencakup sarkoidosis, fibrosis paru idiopatik, dan penyakit autoimun.
  • Pneumonia dan edema paru juga dapat mempengaruhi interstitium Anda.

4. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi pembuluh darah

Sisi kanan jantung kita mendapat darah rendah oksigen dari pembuluh darah.

Kemudian, jantung memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.

Pembuluh darah ini juga dapat memiliki penyakit, meliputi:

  • Emboli paru (PE): penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru yang biasanya disebabkan oleh gumpalan darah akibat pembekuan darah (biasanya di vena kaki bagian dalam, yang disebut deep vein thrombosis). Gumpalan itu menempel di arteri pulmonalis yang sering menyebabkan sesak napas dan kadar oksigen darah rendah.
  • Hipertensi paru-paru: banyak kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri pulmonalis. Penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada. Jika dokter Anda tidak dapat menemukan penyebabnya, mereka akan menyebutnya hipertensi arteri pulmonal idiopatik.

Baca juga: 6 Hal Pemicu Kanker Paru-paru

5. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi pleura

Pleura adalah lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru Anda dan melapisi bagian dalam dinding dada Anda.

Penyakit paru-paru pada pleura meliputi:

  • Efusi pleura: menumpuknya cairan di ruang antara paru-paru dan dinding dada. Pneumonia atau gagal jantung biasanya menyebabkan hal ini. Efusi pleura yang besar dapat membuat sulit bernapas dan mungkin perlu dikeringkan.
  • Pneumotoraks: udara dapat masuk ke ruang antara dinding dada dan paru-paru, sehingga paru-paru kolaps.
  • Mesothelioma: bentuk kanker jaringan (pleura) yang melapisi paru-paru, lambung, jantung, dan organ dalam lain. Penyakit ini termasuk langka.

6. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi dinding dada

Dinding dada juga memiliki peran penting dalam pernapasan.

Otot-otot menghubungkan tulang rusuk satu sama lain, membantu dada Anda mengembang.

Diafragma turun setiap napas, juga menyebabkan ekspansi dada.

Penyakit yang mempengaruhi dinding dada meliputi:

  • Sindrom hipoventilasi obesitas: beban ekstra di dada dan perut yang bisa membuat dada sulit mengembang untuk bernapas. Hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius.
  • Gangguan neuromuskular: kesulitan bernapas ketika saraf yang mengontrol otot-otot pernapasan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sklerosis lateral amiotrofik dan miastenia gravis adalah contoh penyakit paru neuromuskular.

Baca juga: Polusi Udara Sebabkan Kanker Paru-paru

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.