Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Kompas.com - 10/08/2022, 16:33 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

KOMPAS.com - Depresi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat dialami anak-anak.

Depresi pada anak sering tidak dikenali karena si kecil masih belum dapat mengutarakan perasaan dan pikiran mereka.

Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk selalu memantau perkembangan anak mereka, tidak hanya dalam hal fisik tapi juga secara mental.

Baca juga: Apakah Kurang Vitamin D Bisa Menyebabkan Depresi? 

Apa saja penyebab dan gejala depresi pada anak?

Seperti pada orang dewasa, depresi pada anak-anak dapat disebabkan oleh kombinasi dari berbagai hal yang berhubungan dengan:

  1. kesehatan fisik
  2. peristiwa kehidupan
  3. riwayat keluarga
  4. lingkungan
  5. kerentanan genetik
  6. gangguan metabolik

Depresi pada anak umumnya menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  1. mudah marah
  2. perasaan sedih dan putus asa yang terus menerus
  3. mengasingkan diri dari sosial
  4. lebih sensitif terhadap penolakan
  5. perubahan nafsu makan, baik meningkat atau menurun
  6. perubahan tidur (sulit tidur atau tidur berlebihan)
  7. susah ditenangkan saat menangis
  8. kelelahan
  9. keluhan fisik (seperti sakit perut dan sakit kepala) dan tidak dapat merespons obat
  10. perasaan tidak berharga atau bersalah
  11. pikiran atau konsentrasi terganggu
  12. kesulitan bergaul, tak punya minat pada hobi.

Bagaimana cara mendiagnosis depresi pada anak?

Jika gejala depresi pada anak Anda telah berlangsung setidaknya selama 2 minggu, jadwalkan kunjungan dengan dokter untuk memastikan buah hati Anda mendapatkan penanganan tepat.

Anda juga dapat menemui dokter kejiwaan khusus anak-anak. Evaluasi kesehatan mental biasanya mencakup wawancara dengan orangtua, anak, atau pengasuhnya.

Sesi terapi dan kuesioner untuk anak dan orangtua disertai informasi pribadi juga dapat membantu mendiagnosis depresi pada anak.

Baca juga: ADHD dan Depresi Saling Berkaitan, Kok Bisa?

Bagaimana mengobati depresi pada anak?

Depresi bukanlah suasana hati yang berlalu, juga bukan kondisi yang akan hilang tanpa perawatan yang tepat.

Dokter spesialis anak biasanya merekomendasikan psikoterapi atau layanan konseling yang dilakukan oleh pakar kepada pasien yang memerlukan penyembuhan diri secara psikologi.

Selanjutnya, para psikolog atau psikiater dapat mempertimbangkan pemberian obat antidepresan untuk anak. Mengutip laman IDAI, ada 3 jenis antidepresan yang efektif atasi depresi pada anak, yaitu fluoxetine, escitalopram, dan sertraline.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Antidepresan perlu digunakan dengan hati-hati, karena dapat memicu serangan manik atau perilaku hiperaktif pada anak-anak, terutama yang memiliki gangguan bipoler. Sehingga, hindari melebihkan atau mengurangi dosis tanpa anjuran dokter.

Bisakah Depresi pada Anak Dicegah?

Sebelum membahas pencegahan depresi pada anak, ada baiknya untuk mengetahui apa saja fakto risiko gangguan mental tersebut.

1. Genetik

Anak-anak dengan riwayat keluarga depresi memiliki berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental ini.

Keturunan atau genetik membuat anak-anak cenderung mengalami episode depresi pertama mereka lebih awal daripada anak-anak yang orang tuanya tidak memiliki kondisi tersebut.

Baca juga: SAD, Pengaruh Perubahan Musim Pada Depresi

2. Hidup di daerah konflik

Anak-anak yang hidup di daerah konflik atau perang berisiko besar mengalami depresi. Selain itu, anak-anak yang sering melihat orangtuanya cekcok juga bisa mengalami depresi.

Bullying di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, hingga kematian anggota keluarga juga dapat memicu depresi pada anak.

3. Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang

Beberapa remaja mungkin pernah mencoba menenggak minuman beralkohol atau minum obat-obatan psikotropika. Kebiasaan buruk ini dapat memicu depresi pada anak.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Melihat 3 faktor risiko di atas, dapat disimpulkan bahwa hal utama untuk mencegah depresi pada anak adalah menciptakan ruang yang nyaman untuk perkembangan mereka.

Selain itu, orangtua juga harus belajar memvalidasi seluruh perasaan yang diungkapkan si kecil, entah itu berupa kesedihan, tangisan, atau amarah.

Selain menunjang kebutuh anak secara mental, orangtua juga dianjurkan menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk anak-anak. Anda juga dapat mengajak anak olahraga bersama dan memberi kesempatan dalam menyalurkan hobi.

Baca juga: Ketahui 10 Jenis Depresi, Salah Satunya karena Melahirkan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Dewi Yull: Telah Berpulang Ray Sahetapy, Ayah dari Anak-anakku

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

[KLARIFIKASI] Tidak Benar AC Masjid Meledak dan Tewaskan 20 Orang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Twibbon Idul Fitri 2025 dan Poster Selamat Lebaran 1446 H, Simpel dan Keren

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

INFOGRAFIK: Hoaks Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Diganti Bantuan Uang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Lifestyle

Bicara Pakai Bahasa Bayi Bisa Ganggu Perkembangan Anak, Simak Penjelasan Dokter

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

70 Link Download Twibbon Idul Fitri 1446 H Keren untuk Dibagikan ke Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 4 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 5 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tekno

150 Ucapan Idul Fitri 2025 dan Gambar Selamat Lebaran 1446 H buat Dikirim ke Medsos

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau