Dikdik Kodarusman
Dokter RSUD Majalengka

Dokter, peminat kajian autofagi. Saat ini bekerja di RSUD Majalengka, Jawa Barat

Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Kompas.com - 19/08/2022, 09:04 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

GARUT, salah satu kabupaten di Jawa Barat, menduduki peringkat pertama penyandang stunting. Angkanya tidak main-main, 35 persen. Padahal Garut sangat terkenal kesuburan tanahnya. Begitupun etos kerja warga Garut cukup terkenal.

Alangkah sangat aneh, angka stunting yang selalu identik dengan kondisi kurang gizi,  menimpa Kabupaten Garut.

Kondisi stunting atau gagal tumbuh tidak sepenuhnya disebabkan kurang gizi. Bahkan kekurangan makan, khususnya karbohidrat, bisa memicu pertumbuhan yang optimal. Hal ini terutama dihubungkan dengan fungsi growth hormone. Growth hormone atau hormon pertumbuhan memegang peranan penting dalam pencegahan stunting.

Baca juga: Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Sayangnya peran hormon pertumbuhan justru tidak pernah tercermin dalam kebijakan program pencegahan stunting. Selalu yang ditekankan adalah kecukupan gizi. Padahal pelepasan pertumbuhan justru tidak berhubungan langsung dengan kecukupan gizi.

Banyak faktor yang memengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan. Bahkan faktor keseimbangan emosi justru lebih dominan. Seharusnya itu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pencegahan stunting.

 

Stunting karena keliru pemberian gizi

Bahkan dalam masa pandemi terlihat sangat jelas. Stunting bukan karena kekurangan gizi. Bukan berarti faktor gizi tidak berperan dalam kejadian stunting. Namun yang terjadi bukan kekurangan gizi, melainkan kekeliruan pemberian gizi.

Hal ini sangat berpengaruh pada banyak hal. Akan dijelaskan di bawah, hubungan pemberian gizi yang tidak tepat dengan masalah-masalah yang timbul pada kehamilan.

Kekeliruan pemberian gizi mengakibatkan fungsi hormon pertumbuhan tidak berkembang. Alih-alih menurunkan kejadian stunting, pemberian bantuan gizi malah semakin memperburuk kondisi.

Umumnya bantuan itu berupa makanan tinggi kalori. Terutama berupa susu dan makanan kemasan. Semuanya tidak memperhitungkan peran hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan tidak hanya penting bagi bayi tetapi juga pada proses kehamilan. Dengan memperhitungkan peran hormon pertumbuhan juga mencegah berbagai penyulit kehamilan.

Hormon pertumbuhan sangat dipengaruhi kerja hipotalamus. Selain itu juga kerja kelenjar hipofise secara keseluruhan.  Fungsi ini memengaruhi siklus sirkadian. Siklus sirkadian adalah jam tubuh rutinitas seseorang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.