Kompas.com - 18/08/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Makanan mungkin tidak dapat menyembuhkan penuh leukemia, tapi merupakan bagian penting untuk tubuh bertahan melawan penyakit.

Mengutip Goodrx Health, mengobati kanker darah tidak hanya membutuhkan pengobatan dari rumah sakit.

"Saya sering memberti tahu pasien saya bahwa Anda harus menganggap makanan sebagai obat," kata Ruthee-Lu Bayer, direktur transplantasi sel induk di Monter Cancer Center, Northwell Health.

Baca juga: 10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

Makanan dapat membantu Anda merasa lebih baik dan tetap kuat selama serta setelah perawatan kanker darah.

Mendapatkan nutrisi yang cukup juga membantu tubuh mengganti sel darah dan jaringan yang rusak karena pengobatan leukemia.

“Nutrisi yang tepat dapat membantu pasien mengelola efek samping, meningkatkan penyembuhan, dan mencegah komplikasi,” kata Dr. Bayer.

Ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi ibu hamil, seperti beberapa seafood yang mengandung merkuri tinggi.

Namun, penderita leukemia biasanya mengalami penurunan nafsu makan hingga berat badan turun signifikan selama pengobatan kanker darah.

Hal itu karena pengobatan leukemia bisa memunculkan efek samping, seperti:

  • Ulkus mulut
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan

Baca juga: Tanda-tanda Awal Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Lalu, bagimana makanan terbaik untuk penderita leukemia?

Mengutip Goodrx Health, makanan untuk penderita leukemia harus mencakup:

  • Berbagai sayuran dan kacang-kacangan, yang seharusnya sekitar 50 persen dari sebagian besar makanan yang penderita leukemia konsumsi.
  • Buah-buahan utuh, seperti apel atau blueberry.
  • Biji-bijian utuh, seperti oatmeal dan roti gandum.
  • Produk susu bebas lemak atau rendah lemak.
  • Sumber protein rendah lemak, seperti daging unggas, ikan, dan kedelai.
  • Minyak sehat, seperti minyak zaitun atau canola untuk membatasi lemak jenuh dan lemak trans.
  • Batasi gula tambahan hingga kurang dari 10 persen kalori harian.
  • Batasi natrium hingga kurang dari 2.300 miligram setiap hari.

Baca juga: Bisakah Mencegah Risiko Leukemia?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.