Kompas.com - 23/09/2022, 16:26 WIB

KOMPAS.com - Resusitasi jantung paru adalah salah satu pertolongan medis darurat yang dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang.

Tindakan medis ini biasanya diberikan orang yang sudah terlatih, sebelum seseorang penderita dibawa ke rumah sakit terdekat.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu resusitasi jantung paru yang penting untuk mencegah kematian.

Baca juga: 4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Apa itu resusitasi jantung paru?

Menurut Kementerian Kesehatan, resusitasi adalah bantuan medis mendasar yang dilakukan untuk membantu mengatasi henti jantung.

Untuk diketahui, henti jantung adalah kondisi ketika jantung tiba-tiba tidak berfungsi. Kondisi ini bisa dialami penderita penyakit jantung atau belum pernah didiagnosis penyakit jantung.

Tanpa dukungan resusitasi jantung paru yang tepat dan cepat, penderita henti jantung bisa meninggal dunia atau mengalami cacat seumur hidup.

Ketika jantung tidak berfungsi, pasokan darah dan oksigen ke bagian tubuh lain terhambat. Imbasnya, organ vital lain seperti paru-paru dan otak bisa rusak sampai tidak berfungsi.

Tindakan resusitasi jantung paru yang tepat dan cepat dapat segera mengembalikan aliran darah dan oksigen ke jantung sampai otak yang sebelumnya terhambat.

Baca juga: 4 Pertolongan Pertama Penanganan Cedera Olahraga Ringan

Langkah resusitasi jantung paru

Cara melakukan resusitasi jantung paru awalnya perlu dimulai dengan mendeteksi kondisi penderita. Berikut langkah-langkah resusitasi jantung paru yang penting Anda ketahui:

  • Periksa kondisi dan tingkat kesadaran orang yang bakal diberi resusitasi. Caranya dengan memanggil dengan nada keras atau tepuk bagian bahu dan dada
  • Jika tidak ada respons dari penderita atau penderita hilang kesadaran, segera periksa nadi bagian leher kanan dan kiri. Raba bagian nadi ini dengan dua jari. Awalnya letakkan kedua jari di jakun atau leher depan penderita, lalu geser kedua jari ke arah leher kanan dan kiri. Rasakan ada tidaknya denyut nadi, masing-masing selama 10 detik
  • Jika denyut nadi di leher tidak terdeteksi, segera hubungi rumah sakit terdekat. Sembari menunggu, cek ada tidaknya alat automated external defibrillator (AED). Jika tidak ada, segera lakukan resusitasi jantung paru
  • Awali resusitasi jantung paru dengan membuka jalan napas penderita. Caranya dengan menengadahkan bagian kepala penderita
  • Lakukan kompresi atau tekan bagian dada dengan kekuatan penuh dan berirama di setengah bawah dari tulang dada. Pastikan kedalaman tekanan 5 Centimeter, ritmenya 100-120 kali per menit, tanpa interupsi
  • Setelah 30 kali melakukan kompresi dada tanpa interupsi, berikan bantuan pernapasan sebanyak 2 kali

Pastikan langkah-langkah resustitasi jantung paru dijalankan dengan tepat. Anda juga bisa mengikuti pelatihan ini di sejumlah lembaga kredibel untuk membantu orang-orang sekitar.

Demikian penjelasan apa itu resusitasi jantung paru berikut langkah-langkahnya yang penting diketahui.

Baca juga: 7 Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.